Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Data Center, AI dan Talenta Digital Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 8 Persen
Oleh : Redaksi
Kamis | 25-06-2026 | 12:28 WIB
1-Dekade-IDPRO.jpg Honda-Batam
1-Dekade IDPRO 2026: Indonesia's Future through the Development and Strengthening of Digital Talent in Indonesia's Data-Centre Sector as an ASEAN Hub Centre of Excellence di Jakarta, Rabu (24/6/2026). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat transformasi digital sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan pusat data (data center), peningkatan kualitas talenta digital, serta penguatan industri semikonduktor dinilai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen, dengan ekonomi digital sebagai salah satu sektor penggerak utamanya.

"Indonesia ingin tumbuh lebih dari 8 persen dan salah satu pengungkitnya adalah digital economy. Dan kuncinya adalah tentunya AI, dan AI itu akan ada kalau infrastrukturnya data centernya baik," ujar Airlangga saat menyampaikan keynote speech pada acara 1-Dekade IDPRO 2026: Indonesia's Future through the Development and Strengthening of Digital Talent in Indonesia's Data-Centre Sector as an ASEAN Hub Centre of Excellence di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga mengapresiasi kontribusi Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) yang selama satu dekade terakhir berperan aktif mendorong perkembangan industri pusat data di Tanah Air.

Menurutnya, industri data center kini menjadi salah satu game changer bagi perekonomian nasional seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital untuk mendukung transformasi teknologi dan aktivitas ekonomi berbasis digital.

Pemerintah, lanjut Airlangga, juga terus memperkuat kerja sama ekonomi digital di tingkat regional melalui Digital Economic Framework Agreement (DEFA) ASEAN yang ditargetkan dapat ditandatangani pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN mendatang.

Implementasi DEFA diyakini akan memperbesar potensi ekonomi digital kawasan ASEAN sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi digital di kawasan.

Selain itu, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan dalam pengembangan industri data center, mulai dari ketersediaan lahan, biaya energi yang kompetitif, hingga potensi sumber energi domestik seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga air. "Pemerintah terus menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung untuk memastikan ketersediaan energi yang andal bagi pengembangan pusat data di berbagai wilayah Indonesia," kata Airlangga.

Tidak hanya berfokus pada pengembangan pusat data, pemerintah juga mempercepat pembangunan industri semikonduktor nasional melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Inggris, ARM, dalam pengembangan desain cip (chip design).

Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai teknologi masa depan, seperti kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), Internet of Things (IoT), kendaraan otonom, hingga komputasi kuantum.

Untuk mendukung ekosistem tersebut, pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15.000 talenta muda di bidang semikonduktor dalam tiga tahun ke depan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia nasional sekaligus mencetak lebih banyak insinyur digital yang kompetitif di tingkat global.

"Momentum ini harus kita jaga. Di antara negara ASEAN yang lain saya bisa katakan Indonesia lebih siap. Oleh karena itu, pengembangan talenta digital, data center, dan industri semikonduktor harus terus didorong agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi digital global," tegas Airlangga.

Acara peringatan satu dekade IDPRO tersebut turut dihadiri Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Ketua Umum IDPRO Hendra Suryakusuma, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Pujo Setio, perwakilan kementerian dan lembaga, pelaku industri pusat data, akademisi, serta para pemangku kepentingan sektor ekonomi digital.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: