Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Natuna, Tanjungpinang dan Anambas Jadi Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Kepri pada 2026
Oleh : Redaksi
Rabu | 24-06-2026 | 12:28 WIB
Nyanyang-Haris.jpg Honda-Batam
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura. (Pemprov Kepri)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menetapkan Kabupaten Natuna, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai tiga lokasi prioritas pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dibangun lebih dahulu pada 2026.

Program yang merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu tersebut kini memasuki tahap pematangan lahan dan penyelesaian administrasi di masing-masing daerah.

Kepastian tersebut disampaikan saat Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, meninjau calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Dompak, Tanjungpinang, Selasa (23/6/2026).

Dalam peninjauan itu, Nyanyang didampingi Kepala BNPT RI, Eddy Hartono, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Kepri Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Riduan Manik, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Lahan yang ditinjau memiliki luas sekitar 10 hektare dan sebelumnya diproyeksikan untuk pembangunan Sekolah Garuda. Kini, lokasi tersebut diusulkan sebagai kawasan pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Kepulauan Riau.

Nyanyang mengatakan pemerintah daerah terus mempercepat koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan lahan, legalitas aset, serta berbagai persyaratan teknis sebelum pembangunan dimulai. "Alhamdulillah, hari ini kita melakukan survei lokasi di Dompak untuk persiapan pembangunan Sekolah Rakyat. Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola aset, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, serta OPD terkait lainnya. Dari hasil peninjauan, lahan ini dinilai siap dengan luas kurang lebih 10 hektare," ujarnya.

Menurut Nyanyang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan pembangunan tujuh Sekolah Rakyat yang tersebar di enam kabupaten dan kota. Salah satu lokasi akan dibangun di Dompak, Tanjungpinang, sedangkan Kota Batam tidak termasuk dalam skema pembangunan tersebut karena menggunakan mekanisme berbeda.

Ia menambahkan, survei lokasi telah dilakukan di lima daerah dan akan dilanjutkan ke Kabupaten Kepulauan Anambas pada pekan depan. "Hingga saat ini survei lokasi telah dilakukan di lima daerah. Untuk Kabupaten Kepulauan Anambas akan dilaksanakan pada pekan depan," katanya.

Pemprov Kepri menargetkan proses lelang dapat dilaksanakan pada Oktober 2026 sehingga pembangunan fisik dapat segera dimulai setelah seluruh persyaratan terpenuhi. "Kami berharap seluruh persyaratan, mulai dari kesesuaian tata ruang, AMDAL, sertifikasi lahan, konektivitas hingga analisis dampak lalu lintas dapat segera diselesaikan sehingga proses pembangunan bisa segera dimulai," ujar Nyanyang.

Sekolah Rakyat nantinya mengusung konsep sekolah berasrama (boarding school) dengan fasilitas pendidikan dan pengembangan karakter yang lengkap, mulai dari asrama, sarana olahraga, tempat ibadah, hingga fasilitas penunjang lainnya.

Sementara itu, Riduan Manik menjelaskan bahwa seluruh pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh Kementerian Pekerjaan Umum. "Konsepnya boarding school dengan sekitar 27 massa bangunan yang terdiri atas ruang belajar, asrama siswa, rumah guru dan wali asrama, laboratorium, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya," kata Riduan.

Ia menegaskan tiga lokasi prioritas yang akan dibangun lebih dahulu berada di Kabupaten Natuna, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Setelah proses pengadaan selesai, pembangunan ditargetkan dimulai dan rampung pada Maret tahun berikutnya.

"Lahan harus benar-benar siap dibangun, termasuk penimbunan dan pematangan lahan apabila diperlukan. Dengan demikian target pemanfaatan pada tahun ajaran baru dapat tercapai," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau, Mahadi Rahman, memastikan pihaknya siap mempercepat seluruh tahapan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah agar program tersebut dapat segera direalisasikan.

"Kami sangat merespons program ini dan bekerja keras sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur. Jika seluruh persyaratan lahan telah dinyatakan memenuhi syarat, kami akan bergerak cepat menyiapkan tahapan berikutnya agar pembangunan dapat segera direalisasikan," kata Mahadi.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Natuna, Tanjungpinang, dan Anambas diharapkan menjadi langkah awal pemerataan akses pendidikan berkualitas di Kepulauan Riau sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sistem pendidikan berasrama yang terintegrasi.

Editor: Gokli