Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Investasi Batam Tembus Rp 44 Triliun pada 2025, Tumbuh 72,83 Persen dan Lampaui Target
Oleh : Redaksi/Alex
Selasa | 23-06-2026 | 11:28 WIB
ams-btm3.jpg Honda-Batam
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kota Batam kembali menunjukkan daya saingnya sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan persaingan investasi yang semakin ketat, realisasi investasi di Batam sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan dan melampaui target yang ditetapkan.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam pada 2025 mencapai Rp 44,01 triliun. Angka tersebut meningkat 72,83 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 25,46 triliun. Capaian ini juga melampaui target investasi tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 36,9 triliun.

Sementara itu, berdasarkan metode perhitungan investasi yang dikembangkan BP Batam melalui pendekatan bottom-up, nilai investasi yang terealisasi mencapai Rp 69,30 triliun atau setara 115,50 persen dari target investasi BP Batam sebesar Rp 60 triliun.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam sebagai kawasan investasi yang menjanjikan. "Data ini menunjukkan bahwa Batam tetap menjadi kawasan yang dipercaya investor. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Batam justru mampu mencatat pertumbuhan investasi yang kian menguat. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa iklim investasi Batam terus membaik dan semakin kompetitif," ujar Amsakar, Senin (22/6/2026).

Menurut Amsakar, peningkatan investasi merupakan hasil dari berbagai langkah pembenahan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penyederhanaan layanan investasi, reformasi regulasi, hingga percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan investasi yang konsisten menjadi indikator objektif terhadap prospek ekonomi Batam di masa depan. "Ketika investasi terus tumbuh, baik dari dalam maupun luar negeri, itu berarti para pelaku usaha melihat peluang dan masa depan yang baik di Batam," katanya.

Dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatat pertumbuhan paling tinggi. Sepanjang 2025, nilai PMDN mencapai Rp 18,43 triliun atau melonjak 125,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 8,16 triliun.

Peningkatan tersebut mencerminkan optimisme pelaku usaha nasional terhadap prospek ekonomi Batam. Selain itu, kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi daerah tidak hanya ditopang oleh modal asing, tetapi juga diperkuat oleh investor domestik.

Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) tetap menunjukkan kinerja positif dengan nilai investasi mencapai Rp 25,58 triliun atau tumbuh 47,81 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 17,30 triliun. Singapura masih menjadi negara investor terbesar, disusul sejumlah negara mitra strategis lainnya yang terus memperluas aktivitas bisnisnya di Batam.

Tren pertumbuhan investasi tersebut berlanjut pada Triwulan I 2026. Realisasi investasi periode Januari-Maret 2026 mencapai Rp 17,4 triliun atau meningkat 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai tersebut terdiri atas PMA sebesar Rp 8,8 triliun yang tumbuh 50,71 persen dan PMDN sebesar Rp 8,5 triliun yang melonjak hingga 216,18 persen secara tahunan.

Lima negara penyumbang investasi terbesar pada Triwulan I 2026 berasal dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa basis investor Batam semakin beragam sehingga lebih tangguh menghadapi dinamika ekonomi global.

Dari sisi sektor usaha, investasi yang masuk didominasi sektor bernilai tambah tinggi. Industri mesin dan elektronik menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 23,65 persen, diikuti sektor kimia dan farmasi sebesar 21,18 persen, jasa lainnya sebesar 17,70 persen, serta kawasan industri dan properti sebesar 13,09 persen.

Komposisi tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya bertumpu pada sektor properti, melainkan juga didorong oleh industri manufaktur, teknologi, dan sektor produktif lainnya yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja serta peningkatan daya saing ekonomi daerah.

Amsakar optimistis tren positif investasi akan terus berlanjut seiring implementasi berbagai kebijakan strategis, termasuk perluasan wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

Melalui regulasi tersebut, cakupan wilayah KPBPB Batam bertambah dari delapan pulau menjadi 22 pulau. Luas kawasan juga meningkat dari sekitar 71.500 hektare menjadi 152.686,44 hektare.

Perluasan kawasan itu diyakini membuka peluang investasi baru di berbagai sektor, mulai dari industri, logistik, pariwisata, energi, hingga pengembangan ekonomi masa depan.

Selain memperluas kawasan investasi, BP Batam juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, seperti jalan dan jembatan, drainase, pelabuhan, bandara, jaringan distribusi air minum, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pengelolaan limbah B3, serta fasilitas kesehatan dan pelayanan publik lainnya.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap investor yang datang memperoleh kepastian usaha, dukungan infrastruktur yang memadai, serta pelayanan yang cepat dan profesional. Dengan sinergi tersebut, investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutup Amsakar.

Editor: Gokli