Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Mendikdasmen Dorong Pendidikan Berbasis Lingkungan, Wujudkan Generasi Peduli Keberlanjutan
Oleh : Redaksi
Kamis | 18-06-2026 | 10:48 WIB
Peduli-Keberlanjutan.jpg Honda-Batam
National Forum on Education for Sustainable Development (ESD) atau Forum Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan yang diselenggarakan UNESCO bersama Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) di Jakarta, Senin (15/6/2026). (Kemdikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya menghadirkan pendidikan yang dekat dengan kehidupan nyata guna membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan dan mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam National Forum on Education for Sustainable Development (ESD) atau Forum Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan yang diselenggarakan UNESCO bersama Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Forum yang mengusung tema "Biosphere Reserves and Oceans as Learning Spaces for People and the Planet" itu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri, mulai dari pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, hingga mitra pembangunan untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan berkelanjutan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk manusia Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan bumi.

Menurutnya, tantangan global saat ini menuntut lahirnya generasi yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, serta tanggung jawab sosial dan ekologis, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"Pendidikan harus mendekatkan murid-murid dengan alam di mana mereka berada. Kita harus memastikan pendidikan tidak hanya menghasilkan manusia yang mampu hidup di dunia, tetapi juga manusia yang mampu menjaga dunia," ujar Abdul Mu'ti.

Ia menjelaskan, Kemendikdasmen terus mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang memungkinkan peserta didik belajar secara reflektif, kontekstual, dan bermakna. Melalui pendekatan tersebut, lingkungan tidak hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi juga ruang belajar yang memberikan pengalaman nyata bagi siswa.

Abdul Mu'ti menilai pendidikan pembangunan berkelanjutan memiliki peran penting dalam membangun karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta mampu bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Sementara itu, Direktur Kantor Regional UNESCO Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, menekankan bahwa berbagai persoalan dunia, seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan degradasi ekosistem, menuntut transformasi mendasar dalam sistem pendidikan.

"ESD bukan sekadar mengajarkan topik keberlanjutan. Ini adalah tentang mentransformasi cara kita belajar, cara kita mengajar, dan cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita," kata Maki.

Dalam forum tersebut, UNESCO juga memaparkan perkembangan program Sustaining Our Oceans (SOO) yang didukung Fast Retailing (UNIQLO). Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik dan masyarakat agar menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian laut dan lingkungan pesisir.

Salah satu implementasi program dilakukan di Wakatobi melalui pengembangan materi pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal masyarakat setempat. Pendekatan tersebut dinilai mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dan dekat dengan kehidupan peserta didik.

Sebagai simbol kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat pendidikan berkelanjutan, UNESCO menyerahkan paket pembelajaran "Wakatobiku" kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Paket tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah, organisasi internasional, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan dalam mendukung penguatan pendidikan berbasis lingkungan di Indonesia.

Melalui forum ini, pemerintah berharap pendidikan berkelanjutan dapat semakin terintegrasi dalam sistem pembelajaran nasional sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan.

Editor: Gokli