Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Berisiko Dimusnahkan, Barang Bawaan Jemaah Haji Tak Lolos X-Ray
Oleh : Saibansah
Selasa | 16-06-2026 | 12:08 WIB
1606_barang-bawaan-jemaah-haji.jpg Honda-Batam
Koper jemaah haji Indonesia yang telah sampai di Bandara Jeddah sebelum terbang ke Indonesia. (Foto: MCH PPI Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Makkah - Barang bawaan jemaah haji yang melebihi batas kapasitas atau melanggar aturan penerbangan berpotensi dibongkar saat pemeriksaan dan bahkan dimusnahkan jika tidak memenuhi ketentuan.

Aviation Security Garuda Indonesia, Norman Fajar, mengatakan pihak maskapai telah berulang kali menyosialisasikan aturan mengenai batas berat koper serta jenis barang yang dilarang dibawa dalam penerbangan. Koper yang tidak sesuai ketentuan akan diperiksa dan dibongkar oleh petugas.

Menurut Norman, berat maksimal koper bagasi yang diperbolehkan adalah 32 kilogram, sedangkan koper kabin dibatasi hingga 7 kilogram.

Selain persoalan berat, jemaah juga diminta tidak membawa barang-barang terlarang, seperti air zamzam di dalam koper maupun benda lain yang berpotensi mengganggu keamanan penerbangan, termasuk senjata mainan.

Ia menjelaskan, barang yang ditemukan melanggar aturan akan ditangani dengan dua mekanisme. Sebagian barang dapat dimusnahkan, sementara lainnya diserahkan kepada pihak berwenang, termasuk Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Khusus untuk air zamzam yang ditemukan di dalam koper, Norman menyebut pemerintah Arab Saudi meminta agar barang tersebut dimusnahkan.

“Untuk zamzam saat ini, permintaan dari Kerajaan Arab Saudi memang nantinya akan dimusnahkan,” ujarnya saat ditemui Tim MCH (Media Center Haji) di Hotel Manar Al Bait, Syisyah, Makkah, Senin (1/6/2026) lalu.

Ia menambahkan, sejumlah jemaah masih berupaya menyiasati aturan dengan mengemas air zamzam dalam botol-botol kecil yang dibungkus rapat menggunakan lakban. Namun, upaya tersebut tetap dapat terdeteksi melalui pemeriksaan X-ray sehingga koper akan dibuka untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Norman mengimbau jemaah mematuhi seluruh ketentuan penerbangan demi menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan selama perjalanan.

Sementara itu, barang yang dikeluarkan dari koper karena kelebihan kapasitas maupun pelanggaran aturan akan diserahkan kepada petugas Perlindungan Jemaah dan Daerah Kerja PPIH Arab Saudi untuk penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan temuan petugas di lapangan, masih banyak jemaah yang berusaha membawa seluruh oleh-oleh dari Tanah Suci meskipun kapasitas koper telah melebihi batas. Petugas juga kerap menemukan air zamzam yang disembunyikan dalam berbagai jenis kemasan saat pemeriksaan di bandara.

Editor: Dardani