Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Berkalung Boneka Unta, Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Madinah
Oleh : Saibansah
Selasa | 16-06-2026 | 10:48 WIB
AR-BTD-8019-Haji-Indonesia.jpg Honda-Batam
Para jemaah haji sumringah saat hendak kembali ke tanah air, sambil membawa kalung boneka unta. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Proses pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua mulai berlangsung di Madinah, Senin (15/6/2026) sore waktu Arab Saudi. Sejak pukul 17.00 WAS, aktivitas di sejumlah hotel tempat jemaah menginap tampak meningkat seiring persiapan keberangkatan menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA).

Jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama gelombang kedua mulai meninggalkan penginapan untuk menjalani proses kepulangan ke Tanah Air. Mereka dijadwalkan terbang pada Selasa (16/6/2026) dini hari pukul 00.20 WAS.

Pemulangan gelombang kedua akan berlangsung hingga 30 Juni 2026. Sementara itu, kedatangan terakhir jemaah haji Indonesia di Tanah Air dijadwalkan pada 1 Juli 2026.

Sebelum dipulangkan, jemaah gelombang kedua telah menjalani masa tinggal sekitar sembilan hari di Madinah setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Makkah dan sekitarnya.

Berbeda dengan saat keberangkatan menuju Arab Saudi, para jemaah tidak lagi membawa koper besar saat menuju bus. Koper bagasi telah dikumpulkan dan diproses dua hari sebelumnya sesuai prosedur penerbangan.

Jemaah hanya membawa tas kabin yang kemudian dibantu petugas untuk dimuat ke dalam bagasi bus yang terparkir di depan hotel.

Di tengah kesibukan proses keberangkatan, sejumlah pemandangan menarik turut mewarnai suasana. Salah satunya terlihat pada seorang jemaah asal Indramayu yang membawa tiga boneka unta berukuran besar yang diikat menjadi satu.

Sarida (60), pemilik boneka tersebut, mengatakan bahwa oleh-oleh itu akan dibawanya pulang untuk cucu-cucunya di kampung halaman.

Suasana haru juga tampak menyelimuti sebagian jemaah yang bersiap meninggalkan Kota Madinah. Bagi banyak jemaah, kepulangan ke Indonesia menjadi momen yang menghadirkan perasaan campur aduk antara bahagia dan sedih.

Ahmad Faisal (49), jemaah asal Indramayu yang tergabung dalam Kloter KJT 21, mengaku berat meninggalkan Madinah setelah beberapa hari beribadah di kota yang menjadi tempat dimakamkannya Nabi Muhammad SAW.

"Hari ini menjadi kesempatan terakhir kami melaksanakan shalat dan beribadah di Masjid Nabawi. Rasanya sedih harus meninggalkan tempat ini," ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku tidak sabar untuk kembali berkumpul dengan keluarga yang telah lama ditinggalkan selama menjalankan ibadah haji.

Menurut Ahmad, kerinduan kepada keluarga menjadi salah satu hal yang paling dirasakan menjelang kepulangan ke Tanah Air.

Sebelum berangkat menuju bandara, ia dan rombongannya juga sempat berziarah dan berpamitan di Pemakaman Baqi.

Ia berharap dapat kembali memperoleh kesempatan untuk menjadi tamu Allah bersama keluarganya pada masa mendatang.

Selama sekitar 40 hari menjalani ibadah haji, Ahmad menilai pelayanan yang diberikan petugas haji Indonesia berjalan dengan baik. Ia mengapresiasi respon cepat petugas dalam membantu kebutuhan jemaah, termasuk saat proses mobilisasi dari hotel menuju berbagai lokasi ibadah.

Selain itu, ia juga mengaku puas dengan layanan konsumsi yang disediakan selama berada di Arab Saudi karena cita rasanya dinilai dekat dengan masakan Indonesia.

Pemulangan gelombang kedua menandai fase akhir operasional penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2026 setelah sebelumnya pemulangan jemaah gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, berlangsung pada 1-15 Juni 2026.

Editor: Dardani