Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Anis Matta Yakin Partai Gelora Lolos ke Senayan pada Pemilu 2029
Oleh : Irawan
Senin | 15-06-2026 | 09:28 WIB
1506_ketum-gelora-anis-matta.jpg Honda-Batam
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia, Anis Matta. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta, optimistis partainya mampu menembus parlemen dan memperoleh kursi di DPR RI pada Pemilu 2029 mendatang.

Keyakinan tersebut disampaikan Anis Matta saat memberikan arahan kepada 73 kader Partai Gelora yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD di berbagai daerah dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional ke-2 di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, para anggota DPRD yang saat ini telah terpilih menjadi modal utama bagi Partai Gelora untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif, baik di tingkat daerah maupun nasional.

"Kalau sekarang totalnya ada 73 anggota DPRD, mudah-mudahan ke depan setiap daerah tidak hanya menambah kursi di DPRD, tetapi juga menjadi basis untuk mendapatkan kursi di DPR RI. Insya Allah anggota legislatif yang ada saat ini menjadi pendulang kursi DPR," ujar Anis Matta.

Dalam kesempatan tersebut, Anis Matta juga berdialog dengan perwakilan anggota DPRD Partai Gelora dari berbagai wilayah, mulai Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua hingga Maluku Utara.

Ia menyoroti sejumlah kader yang dinilai menjadi representasi semangat regenerasi partai, di antaranya Eni Latifa, anggota DPRD termuda Partai Gelora yang berusia 22 tahun, serta Simianus Wandikbo yang berhasil meraih satu-satunya kursi DPRD tingkat provinsi bagi Partai Gelora.

Anis menegaskan, para anggota legislatif yang saat ini menjabat merupakan generasi pertama yang akan menjadi fondasi pertumbuhan partai menuju Pemilu 2029.

"Partai Gelora adalah partai masa depan. Karena itu, saudara-saudara sekalian merupakan pilar masa depan Partai Gelora," katanya.

Ia juga mengingatkan kader agar tidak meniru pola kerja partai-partai besar dalam menghadapi kontestasi politik. Menurutnya, Partai Gelora harus memiliki strategi sendiri yang sesuai dengan karakter dan kemampuan partai.

"Kalau ingin mengalahkan partai besar, tetapi cara berpikir kita sama dengan mereka, maka kita tidak akan pernah menang. Kita tidak bisa mengejar mereka dari sisi sumber daya," ujarnya.

Sebagai contoh, Anis menyinggung kemampuan Iran bertahan menghadapi tekanan negara-negara besar melalui strategi yang berbeda dan pendekatan yang tidak mengikuti pola lawannya.

Menurut Anis, kekuatan politik dibangun oleh tiga unsur utama, yakni ide, manusia, dan sumber daya. Namun, ide serta kualitas sumber daya manusia menjadi faktor yang paling menentukan keberhasilan sebuah organisasi politik.

"Oleh karena itu, yang harus diperkuat terlebih dahulu adalah ide dan orang-orangnya," tegasnya.

Anis berharap 73 kader Partai Gelora yang saat ini duduk di DPRD dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan partai dan meningkatkan jumlah perwakilan legislatif pada Pemilu 2029.

Optimisme tersebut, lanjutnya, semakin kuat setelah mendengarkan pengalaman dan pandangan para anggota DPRD Partai Gelora yang telah menjalankan tugas selama hampir dua tahun.

"Saya mendapat sumber keyakinan setelah mendengar pengalaman saudara-saudara semua. Kita memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih kuat pada Pemilu 2029 mendatang," katanya.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Harian DPP Partai Gelora, Rofi' Munawar, mengatakan tantangan utama yang dihadapi pemerintah pusat maupun daerah saat ini adalah keterbatasan anggaran.

Karena itu, ia berharap anggota DPRD Partai Gelora dapat berperan aktif memberikan solusi dan masukan bagi pemerintah daerah.

Di sisi lain, Ketua Pelaksana Bimtek Nasional ke-2, Muhammad Rozai, menegaskan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas anggota DPRD dalam menghadapi tantangan pengelolaan keuangan daerah dan agenda politik ke depan.

"Kami akan memberikan pendampingan khusus agar anggota dewan memiliki kreativitas dan kemampuan dalam menjawab berbagai tantangan di daerah masing-masing," pungkasnya.

Editor: Surya