Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Investasi Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Data Centre dan Energi Hijau Jadi Motor Pertumbuhan Baru
Oleh : Rerdaksi/Alex RS
Jum\'at | 12-06-2026 | 09:28 WIB
1206_wali-kota-bp-batam-amsakar.jpg Honda-Batam
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam mencatat kinerja investasi yang menggembirakan sepanjang 2025. Realisasi investasi mencapai Rp69,30 triliun atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp60 triliun.

Capaian tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Batam hingga 6,76 persen dan memperkuat posisi daerah ini sebagai salah satu destinasi investasi strategis di Indonesia.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan tingginya realisasi investasi menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha yang terus dibangun dan diperkuat di Batam.

"Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan kepercayaan investor terhadap ekosistem investasi yang sedang berkembang di Batam," ujar Amsakar.

Menurutnya, Batam kini tengah bertransformasi menjadi pusat ekonomi digital dan energi berkelanjutan yang memiliki daya saing kuat di tingkat regional.

Berdasarkan data BP Batam, sektor jasa menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp9,99 triliun. Di dalamnya termasuk investasi pada sektor digital yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Selanjutnya, sektor industri mesin, elektronik dan peralatan listrik mencatat investasi sebesar Rp6,08 triliun, disusul sektor listrik, gas dan air dengan nilai Rp5,80 triliun. Tingginya investasi pada sektor tersebut menunjukkan besarnya minat investor terhadap pengembangan infrastruktur energi di Batam.

Khusus sektor digital, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp8,557 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh perkembangan kawasan Nongsa Digital Park (NDP) yang semakin dikenal sebagai pusat aktivitas teknologi, ekonomi digital dan data centre.

Amsakar menilai, berkembangnya industri pusat data di Batam bukan sekadar fenomena sementara, melainkan bagian dari transformasi ekonomi yang sedang berlangsung.

"Nongsa Digital Park menjadi indikator positif karena menunjukkan meningkatnya minat investasi, kemitraan lintas negara serta berkembangnya aktivitas data centre, teknologi dan ekonomi digital," katanya.

Selain memberikan kontribusi investasi, keberadaan NDP juga membuka lapangan kerja baru. Pada triwulan IV tahun 2025, jumlah tenaga kerja yang terserap di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa tercatat sebanyak 836 orang, belum termasuk dampak ekonomi tidak langsung yang muncul dari sektor pendukung lainnya.

Tidak hanya investor dari Singapura, sejumlah negara lain seperti Hong Kong, Amerika Serikat dan Malaysia juga tercatat aktif menanamkan modal pada sektor digital di Batam.

Menurut Amsakar, daya tarik Batam tidak hanya terletak pada efisiensi biaya investasi, tetapi juga karena posisi geografis yang strategis, konektivitas yang baik serta kemudahan membangun operasional lintas negara untuk mendukung kebutuhan pasar regional.

Energi Hijau Jadi Penopang Industri Digital

Seiring pesatnya perkembangan industri data centre yang membutuhkan pasokan listrik besar dan stabil, BP Batam juga mendorong pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

Investasi sektor listrik, gas dan air yang mencapai Rp5,80 triliun menjadi indikasi bahwa penguatan infrastruktur energi menjadi perhatian utama investor, termasuk penyediaan energi bersih untuk mendukung operasional pusat data.

BP Batam menempatkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan energi hijau lainnya sebagai bagian dari roadmap pengembangan kawasan. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi standar Environmental, Social and Governance (ESG) yang kini menjadi salah satu pertimbangan utama investor global.

"Transformasi digital di Batam terus berjalan. Kami berkomitmen menjadikan Batam sebagai daerah investasi yang kompetitif, terukur dan ramah bagi investor, terutama pada sektor digital yang berkelanjutan," tegasnya.

Terkait hadirnya Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ), Amsakar menilai kawasan tersebut bukan ancaman bagi Batam, melainkan peluang untuk membangun kolaborasi regional.

Menurutnya, Singapura memiliki kekuatan sebagai pusat layanan global dan kantor pusat perusahaan, Johor menawarkan kapasitas pengembangan yang besar, sementara Batam memiliki keunggulan berupa status FTZ dan SEZ, ekosistem industri yang kuat, sektor maritim-logistik serta kedekatan operasional dengan Singapura.

Ke depan, BP Batam membayangkan terbentuknya koridor industri dan ekonomi digital regional yang saling terhubung, sehingga aktivitas data centre dan industri digital dapat berkembang secara terintegrasi sesuai kebutuhan bisnis.

Selain fokus pada investasi dan infrastruktur, BP Batam juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia. Melalui Nongsa Digital Park, berbagai program pengembangan talenta digital seperti Apple Academy, IBM Hybrid Cloud Academy, RMIT University dan Epic Games telah hadir untuk mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di era ekonomi digital.

Sebagai upaya mendukung kebutuhan industri, BP Batam juga meluncurkan platform MANTAB pada 8 Desember 2025. Sistem pencocokan tenaga kerja berbasis digital itu dirancang untuk menghubungkan kebutuhan industri dengan ketersediaan sumber daya manusia secara lebih cepat dan terintegrasi.

Editor: Gokli