Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Petugas Haji Harus Tetap Kompak Hingga Jemaah Terakhir Sampai Rumahnya
Oleh : Saibansah
Rabu | 10-06-2026 | 17:28 WIB
Petugas-Haji1.jpg Honda-Batam
Irjen Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi, foto bersama Petugas Haji Daker Madinah usai apel pagi. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Dendi Suryadi, meminta seluruh petugas penyelenggara ibadah haji Indonesia di Daerah Kerja (Daker) Madinah menjaga kekompakan dan tetap istiqamah dalam menjalankan tugas hingga seluruh rangkaian operasional haji selesai.

Pesan tersebut disampaikan Dendi saat memimpin apel pagi petugas di Daker Madinah, Rabu (10/6/2026). Menurut dia, apel tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi juga sarana konsolidasi untuk memastikan seluruh layanan haji berjalan secara terkoordinasi.

Dendi mengaku melihat suasana kerja yang kondusif di lingkungan Daker Madinah. Ia menilai semangat kebersamaan dan kerja sama antarpetugas menjadi modal penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.

"Saya melihat suasana kerja di Daker Madinah cukup baik dan penuh keakraban. Kekompakan seperti ini penting agar seluruh petugas dapat bekerja secara optimal dalam melayani jemaah," ujar Dendi.

Ia juga mengingatkan petugas agar menyikapi berbagai respons dari jemaah secara bijaksana, baik berupa apresiasi maupun keluhan. Menurutnya, masukan dari jemaah perlu dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji pada masa mendatang.

"Jika ada pujian maupun kritik dari jemaah, semuanya harus diterima dengan terbuka dan dijadikan bahan perbaikan," katanya.

Dendi menegaskan, operasional haji belum selesai meskipun puncak ibadah telah berakhir. Karena itu, seluruh petugas diminta tetap menjaga fokus dan tidak lengah hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat.

"Ukuran keberhasilan kita adalah ketika jemaah terakhir bisa kembali ke rumah masing-masing dengan aman. Karena itu, seluruh petugas harus tetap menjaga semangat dan konsistensi dalam bekerja," ujarnya.

Selain itu, Dendi menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh, baik di lingkungan internal kementerian maupun oleh lembaga eksternal seperti DPR dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Evaluasi tersebut diperlukan untuk menyempurnakan layanan haji pada tahun-tahun berikutnya.

Menurut dia, sebagian besar petugas pada musim haji tahun ini merupakan personel baru sehingga pengalaman yang diperoleh akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan penyelenggaraan haji mendatang.

Terkait sorotan mengenai kepadatan jemaah di Mina, Dendi mengakui area tersebut memang menjadi salah satu titik paling krusial dalam operasional haji. Keterbatasan lahan yang tersedia tidak sebanding dengan besarnya jumlah jemaah yang harus dilayani.

"Daya tampung kawasan Mina memang terbatas, sementara jumlah jemaah Indonesia cukup besar. Karena itu, Mina selalu menjadi salah satu titik yang paling menantang dalam penyelenggaraan haji," katanya.

Dendi menambahkan, terdapat lima indikator utama yang digunakan untuk mengukur keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini. Indikator tersebut meliputi optimalisasi penyerapan kuota haji, penurunan angka kematian jemaah, tidak adanya kasus jemaah hilang, minimnya keluhan pelayanan, serta terjaganya integritas petugas selama menjalankan tugas.

Menurut dia, capaian terhadap indikator tersebut baru dapat dievaluasi secara menyeluruh setelah seluruh proses pemulangan jemaah selesai dilaksanakan.

Editor: Dardani