Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PT TIMAH Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Karimun Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri
Oleh : Freddy
Rabu | 10-06-2026 | 10:28 WIB
bank-sampah4.jpg Honda-Batam
Kelompok Bank Sampah Lanjut Berseri di Dusun I, Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Karimun - PT TIMAH Tbk terus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui pembinaan Kelompok Bank Sampah Lanjut Berseri di Dusun I, Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Program tersebut dijalankan sebagai upaya mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dengan membiasakan pemilahan sampah serta memanfaatkan limbah yang masih memiliki nilai ekonomis.

Ketua Bank Sampah Lanjut Berseri, Dedi, mengatakan kelompok yang berdiri kurang dari satu tahun tersebut dibentuk untuk mengubah pandangan masyarakat tentang sampah. Menurutnya, sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah, tetapi dapat menjadi sumber manfaat ekonomi jika dikelola dengan baik.

"Selama ini masih banyak masyarakat yang menganggap sampah tidak memiliki nilai. Melalui bank sampah, kami ingin memberikan pemahaman bahwa sampah rumah tangga seperti botol plastik dan kemasan bekas tetap memiliki nilai jual apabila dipilah dan dikelola secara benar," kata Dedi, Rabu (10/6/2026).

Saat ini, Bank Sampah Lanjut Berseri dikelola oleh lima orang pengurus dan melayani masyarakat setiap Kamis dan Sabtu. Selain menerima setoran sampah dari warga, program ini juga menyasar kalangan pelajar untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Salah satu kegiatan yang dijalankan adalah program tabungan sampah bagi siswa SD Negeri 009 Sawang Laut. Dalam program tersebut, siswa diajak mengumpulkan sampah yang bernilai ekonomis untuk ditabung dan ditukar dengan perlengkapan sekolah.

"Anak-anak kami ajarkan memilah sampah sejak dini. Sampah yang mereka kumpulkan dicatat sebagai tabungan dan nantinya dapat ditukar dengan buku maupun alat tulis sekolah," ujarnya.

Dedi menilai edukasi mengenai pengelolaan sampah sangat penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat ekonomi dari sampah yang dihasilkan setiap hari.

Ia menjelaskan, hingga saat ini sampah yang terkumpul masih dijual kepada pengepul karena keterbatasan sarana dan fasilitas pengolahan. Meski demikian, keberadaan bank sampah dinilai telah memberikan dampak positif dalam membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat.

"Saat ini kami memang belum memiliki alat pencacah maupun fasilitas pengolahan. Namun yang terpenting adalah membangun kesadaran masyarakat agar terbiasa memilah sampah dan tidak membuangnya sembarangan," jelasnya.

Menurut Dedi, PT TIMAH berperan besar dalam pengembangan bank sampah, baik melalui penyediaan sarana awal maupun pendampingan kepada masyarakat. Dukungan tersebut dinilai mampu meningkatkan pemahaman warga mengenai pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

"PT TIMAH sangat membantu, mulai dari pembangunan sarana hingga pembinaan. Dengan pendampingan ini, masyarakat mulai memahami bahwa sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata dapat memberikan manfaat dan nilai ekonomi," katanya.

Ia menambahkan, perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat seiring meningkatnya kesadaran warga dalam memilah sampah rumah tangga sebelum disetorkan ke bank sampah. Selain itu, para guru juga aktif mengajak siswa untuk terlibat dalam gerakan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

"Alhamdulillah, masyarakat kini mulai terbiasa memilah sampah dari rumah. Kesadaran ini akan terus kami dorong agar pengelolaan sampah menjadi budaya yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," pungkasnya.

Editor: Gokli