Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

World Ocean Day 2026 di Bali, KKP Dorong Aksi Nyata Jaga Laut Lewat Ekonomi Biru
Oleh : Redaksi
Senin | 08-06-2026 | 12:48 WIB
World-Ocean-Day-2026.jpg Honda-Batam
KKP bersama WWF Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, serta berbagai mitra mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya laut dan berpartisipasi dalam aksi nyata menjaga keberlanjutannya, dalam peringatan World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026 di Peninsula Island, ITDC Nusa Dua, Bali, Minggu (7/6/2026). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bali - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama WWF Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, serta berbagai mitra mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya laut dan berpartisipasi dalam aksi nyata menjaga keberlanjutannya.

Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026 di Peninsula Island, ITDC Nusa Dua, Bali, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu" itu menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap peran strategis ekosistem laut, sekaligus memperkuat dukungan terhadap konservasi dan pengembangan ekonomi biru di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menyampaikan bahwa laut Indonesia memiliki fungsi vital sebagai sumber pangan, penggerak ekonomi, dan penopang keseimbangan lingkungan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan laut harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurut Koswara, KKP terus memperkuat implementasi kebijakan ekonomi biru melalui sejumlah program prioritas, seperti perluasan kawasan konservasi, rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut, pengembangan karbon biru, serta pengendalian sampah laut melalui Program Laut Sehat Bebas Sampah. Seluruh program tersebut diarahkan untuk menjaga kelestarian sumber daya laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

"Pengelolaan laut tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, mitra, hingga masyarakat, terutama generasi muda," ujar Koswara.

Sementara itu, Chief Conservation Officer Dewi Lestari Yani Rizki dari WWF-Indonesia menegaskan bahwa kesehatan ekosistem laut menjadi fondasi ketahanan pangan, ekonomi, dan iklim nasional, khususnya di kawasan Segitiga Terumbu Karang yang merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia.

"Menjaga laut berarti menjaga masa depan bangsa. Ekosistem pesisir dan laut menopang kehidupan jutaan masyarakat, baik dari sisi pangan, mata pencaharian, maupun ketahanan iklim," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa WWF-Indonesia bersama KKP dan mitra lainnya terus mendorong aksi nyata, seperti pengurangan sampah plastik dari sumbernya, pemulihan habitat penting, serta pengembangan ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui tema "Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu", pihaknya juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya memahami isu kelautan secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya pelestarian laut.

Rangkaian kegiatan peringatan World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026 di Bali turut diisi dengan berbagai agenda edukatif dan interaktif, seperti workshop, talkshow, pameran, kampanye pengurangan sampah laut, hingga Festival Layang-Layang Spesies Laut 3D. Seluruh kegiatan dikemas dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan agar mudah dipahami masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kondisi laut. Ia menekankan bahwa kebijakan ekonomi biru menjadi strategi utama untuk memastikan laut dikelola secara produktif sekaligus berkelanjutan.

Melalui momentum ini, KKP berharap kesadaran masyarakat terhadap keterkaitan antara kesehatan laut, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas lingkungan semakin meningkat, sehingga mendorong perubahan perilaku serta penguatan gerakan bersama dalam menjaga sumber daya laut Indonesia untuk generasi mendatang.

Editor: Gokli