Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemendikdasmen Luncurkan Bina Talenta Indonesia 2026, Fokus STEM, Koding dan AI
Oleh : Redaksi
Senin | 08-06-2026 | 12:08 WIB
BTI-2026.jpg Honda-Batam
Kemendikdasmen resmi meluncurkan Program Bina Talenta Indonesia (BTI) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pengembangan prestasi dan manajemen talenta nasional. (Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi meluncurkan Program Bina Talenta Indonesia (BTI) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pengembangan prestasi dan manajemen talenta nasional.

Program ini diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia unggul di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), koding, kecerdasan artifisial (AI), serta penguatan karakter menuju Indonesia Emas 2045.

Program BTI merupakan implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid. Melalui program tersebut, Kemendikdasmen berupaya membangun sistem pembinaan talenta yang berkelanjutan melalui peningkatan kompetensi, penguatan karakter, dan perluasan jejaring kolaborasi.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan pengembangan talenta merupakan investasi strategis untuk meningkatkan daya saing bangsa di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu mengelolanya secara efektif. "Pengembangan talenta menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa. Kemajuan negara tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya," ujar Suharti saat membuka Program BTI 2026 di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, pada tahun ini BTI dirancang lebih terarah dengan fokus pada tiga bidang utama, yakni STEM, koding, dan kecerdasan artifisial. Pola pembinaan juga disesuaikan dengan tingkat kemahiran peserta agar pengembangan kompetensi berlangsung lebih efektif.

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, menambahkan bahwa program tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pengembangan talenta nasional yang berkelanjutan. "Talenta terbaik Indonesia harus dipersiapkan secara sistematis agar mampu menjawab tantangan global sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengungkapkan bahwa BTI 2026 tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan murid, tetapi juga peningkatan kapasitas guru sebagai pemandu talenta.

Dari sekitar 3.000 peserta yang mendaftar, sebanyak 800 peserta berhasil lolos seleksi dan akan mengikuti program tersebut. Jumlah itu terdiri atas 520 murid dan 280 pemandu talenta dari berbagai daerah di Indonesia.

Bidang STEM menjadi program dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 720 peserta yang terdiri atas 560 murid dan 160 pemandu talenta. Sementara bidang koding diikuti 180 peserta, terdiri atas 120 murid dan 60 pemandu talenta. Jumlah yang sama juga tercatat pada bidang kecerdasan artifisial.

Irene menjelaskan, peserta berasal dari 38 provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Untuk mendukung pelaksanaan program, Kemendikdasmen menggandeng 27 perguruan tinggi mitra yang tersebar dari Sumatra hingga Papua.

Program BTI 2026 akan berlangsung secara luring selama tujuh hari di kampus-kampus mitra. Selain memperoleh pembinaan sesuai bidang masing-masing, peserta juga akan mengikuti asesmen literasi sains, numerasi, dan membaca, pre-test dan post-test, kegiatan kolaboratif, kunjungan ke dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pameran karya, hingga program pengimbasan pascapelatihan.

Menurut Irene, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pengembangan talenta secara merata dan inklusif di seluruh Indonesia.

Antusiasme terhadap program ini turut disampaikan Teuku Muda Laksamana, siswa SMAN Modal Bangsa, Kabupaten Aceh Besar, yang terpilih mengikuti pembinaan bidang koding bersama Universitas Bina Nusantara.

Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperluas wawasan dan keterampilan yang mendukung pengembangan dirinya di masa depan.

Hal senada disampaikan Kornelia Maryorita Alomau, guru SMAN 1 Wamena, Papua Pegunungan, yang terpilih sebagai pemandu talenta bidang STEM dan penguatan karakter. Ia menilai program ini menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kapasitas sebagai pendidik sekaligus memperkuat pembinaan talenta di sekolah.

Kemendikdasmen berharap Program Bina Talenta Indonesia 2026 mampu melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, berkarakter, dan siap berkontribusi dalam pembangunan nasional. Program ini juga menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat manajemen talenta nasional menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Editor: Gokli