Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Transformasi Digital Pendidikan, Kemendikdasmen Cari 135 Konten Pembelajaran Terbaik
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 05-06-2026 | 10:28 WIB
pnfi-konten-digital.jpg Honda-Batam
Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) membuka peluang kolaborasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk mengembangkan konten pembelajaran digital interaktif bagi pendidikan kesetaraan. (Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) membuka peluang kolaborasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk mengembangkan konten pembelajaran digital interaktif bagi pendidikan kesetaraan. Langkah ini dilakukan guna menghadirkan materi belajar yang lebih relevan, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan warga belajar di era digital.

Program tersebut mengajak tutor, pamong belajar, pengelola Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), akademisi, praktisi, komunitas, hingga masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam penyusunan materi pembelajaran berbasis digital yang inspiratif dan aplikatif.

Direktur PNFI Kemendikdasmen, I Gusti Made Ardana, mengatakan transformasi digital dalam pendidikan kesetaraan tidak hanya sebatas memindahkan bahan ajar dari buku ke perangkat digital. Menurutnya, materi yang dikembangkan harus mampu menjawab kebutuhan nyata warga belajar Program Paket A, Paket B, dan Paket C.

"Warga belajar pendidikan kesetaraan memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda dengan peserta didik di jalur formal. Karena itu, konten pembelajaran harus dekat dengan kehidupan sehari-hari, mudah diterapkan, serta dapat mendukung kemandirian ekonomi dan sosial mereka," ujar Ardana dalam sosialisasi Partisipasi Semesta dalam Penyusunan Konten Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan untuk Pendidikan Kesetaraan, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, fokus pengembangan konten kali ini diarahkan pada muatan pemberdayaan dan keterampilan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi warga belajar. Selain meningkatkan kualitas proses pembelajaran, materi tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi, rasa percaya diri, serta peluang peningkatan kualitas hidup peserta didik.

Menurut Ardana, kebutuhan akan konten pembelajaran yang beragam dan berkualitas tidak dapat dipenuhi pemerintah secara mandiri. Oleh sebab itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadirkan materi yang lebih kaya, inovatif, dan sesuai dengan kondisi di berbagai daerah.

"Pengembangan konten pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengundang seluruh pihak untuk menyumbangkan ide, kreativitas, dan karya terbaik agar warga belajar memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan zaman," katanya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan panduan penyusunan konten interaktif yang akan menjadi acuan dalam proses pengembangan. Panduan tersebut dirancang untuk memastikan setiap materi memiliki kualitas substansi dan teknis yang baik, aman digunakan, serta dapat terintegrasi dengan ekosistem digital Rumah Pendidikan.

Pemerintah saat ini juga terus memperkuat platform Rumah Pendidikan, khususnya fitur Ruang Murid, guna memperluas akses pembelajaran digital yang lebih inklusif dan merata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Inisiatif ini sejalan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Digitalisasi Pembelajaran. Konten yang dihasilkan nantinya akan memperkaya sumber belajar digital nasional yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai model pembelajaran, termasuk melalui perangkat Interactive Flat Panel (IFP) yang telah didistribusikan ke sejumlah satuan pendidikan.

Kemendikdasmen menargetkan hadirnya pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik melalui berbagai format digital, seperti gim edukasi, simulasi virtual, dan media pembelajaran inovatif lainnya.

Pendaftaran konten dibuka mulai 5 hingga 26 Juni 2026. Selanjutnya, proses penilaian akan berlangsung pada 6 Juni hingga 7 Juli 2026. Sebanyak 135 konten terbaik akan dipilih, terdiri atas 35 konten Paket A, 40 konten Paket B, dan 60 konten Paket C. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 8 Juli 2026.

Melalui kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, Direktorat PNFI berharap transformasi digital pendidikan nonformal tidak hanya menghadirkan teknologi dalam proses belajar, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi warga belajar untuk berkembang, mandiri, dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Editor: Gokli