Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

World Book Day 2026, Kadispusip Kepri: Buku Melimpah Tapi Minat Baca Warga Kepri Masih Rendah
Oleh : Aldy Daeng
Kamis | 04-06-2026 | 18:08 WIB
M-Bisri.jpg Honda-Batam
epala Dispusip Kepri, Moh. Bisri dan Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Ardhienus. (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Kepulauan Riau menyoroti masih rendahnya minat baca masyarakat meski akses terhadap buku dan fasilitas perpustakaan terus bertambah. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai.

Kepala Dispusip Kepri, Moh. Bisri, mengatakan berbagai sarana pendukung literasi saat ini sudah tersedia, mulai dari perpustakaan hingga koleksi buku yang semakin beragam. Namun, keberadaan fasilitas tersebut belum mampu mendorong peningkatan minat baca masyarakat secara signifikan.

"Perpustakaan sudah tersedia, buku juga banyak, tetapi minat membaca masih rendah. Ini menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah hingga pemerintah untuk membangun kembali kecintaan terhadap buku," kata Bisri usai menghadiri peringatan World Book Day 2026 di Gedung Bank Indonesia Kepri, Kamis (4/6/2026).

Menurut Bisri, indeks pembangunan literasi masyarakat di Indonesia masih berada pada kategori rendah. Karena itu, diperlukan keterlibatan semua pihak untuk memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat.

Ia menilai keluarga memiliki peran penting sebagai lingkungan pertama yang membentuk kebiasaan membaca anak. Orang tua didorong untuk mengenalkan buku sejak usia dini dan menciptakan suasana yang mendukung budaya literasi di rumah.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menyediakan pojok baca keluarga serta membiasakan anak menghabiskan waktu dengan membaca buku, bukan hanya menggunakan gawai.

"Budaya membaca harus dimulai dari rumah. Ketika anak-anak terbiasa berinteraksi dengan buku sejak dini, kebiasaan itu akan tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan mereka," ujarnya.

Bisri menilai tantangan literasi saat ini semakin besar seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital yang mengalihkan perhatian masyarakat, terutama generasi muda, dari aktivitas membaca.

Padahal, literasi memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, serta mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang benar.

"Literasi menjadi kunci penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Tantangan kita saat ini adalah menurunnya minat baca, terutama di kalangan generasi muda yang lebih banyak teralihkan oleh penggunaan gawai," katanya.

Ia menambahkan, membaca tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi bekal penting dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Kemampuan literasi yang baik akan membantu masyarakat memilah informasi yang benar, menghindari hoaks, serta melindungi diri dari berbagai bentuk manipulasi informasi yang marak beredar di media sosial.

"Literasi adalah fondasi kemajuan bangsa. Dengan membaca, kita tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga melindungi diri dari berbagai bentuk manipulasi informasi," ujar Bisri.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas hingga dunia usaha, untuk bersama-sama menumbuhkan budaya membaca demi menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Ardhienus, mengatakan World Book Day menjadi momentum untuk mengajak masyarakat kembali menumbuhkan budaya membaca yang mulai tergerus perkembangan teknologi.

"Literasi menjadi kunci penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Namun tantangan kita saat ini adalah menurunnya minat baca, terutama di kalangan generasi muda yang lebih banyak teralihkan oleh penggunaan gawai," kata Ardhienus.

Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tidak boleh menggeser kebiasaan membaca dan menulis. Kemampuan literasi tetap menjadi fondasi dalam membangun pola pikir kritis, kreatif, dan berdaya saing.

Editor: Yudha