Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Survei CNN Catat Kinerja Pertamina Dinilai Positif, Pengamat Sebut Sejalan dengan Harapan Publik
Oleh : Redaksi
Kamis | 04-06-2026 | 15:34 WIB
Pertamina2.jpg Honda-Batam
Gedung PT Pertamina (Persero) (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Hasil survei yang dilakukan lembaga riset strategis Citra Nasional Network (CNN) menunjukkan tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja PT Pertamina (Persero) masih berada pada level tinggi. Temuan tersebut dinilai mencerminkan harapan publik terhadap peran Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Direktur Utama Citra Nasional Network, Muhammad Sutisna, mengatakan survei yang dilaksanakan pada 4-17 April 2026 mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan operasional dan komunikasi Pertamina mencapai 83,7 persen.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan apresiasi masyarakat terhadap upaya Pertamina menjaga ketersediaan energi di tengah dinamika ekonomi global dan kondisi geopolitik yang terus berkembang.

Survei nasional tersebut melibatkan 1.580 responden pengguna aktif Bio Solar, Pertalite, dan LPG 3 kilogram yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,47 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, Pengamat Strategi Intelijen Keuangan dan Ekonomi dari Universitas Indonesia, Chabibi Syaefuddin, menilai tingginya tingkat kepercayaan publik menunjukkan masyarakat masih memandang Pertamina sebagai institusi strategis yang mampu menjaga stabilitas distribusi energi nasional.

"Kepercayaan publik yang tinggi ini menunjukkan bahwa masyarakat menilai Pertamina mampu menjaga stabilitas distribusi energi nasional secara berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 67,2 persen responden mengaku menggunakan BBM Pertamina setiap hari. Sementara 29,1 persen menggunakan BBM setiap tiga hari sekali dan 3,7 persen mengakses BBM dalam rentang waktu lebih dari tiga hari.

Menurut Chabibi, data tersebut menunjukkan jaringan distribusi Pertamina masih menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

Di sektor LPG 3 kilogram, mayoritas responden atau 67,7 persen menyatakan memperoleh gas subsidi melalui warung dan toko terdekat. Adapun 27,4 persen lainnya membeli LPG melalui pangkalan resmi.

Survei juga mencatat tingginya dukungan masyarakat terhadap transformasi digital yang dilakukan Pertamina. Sebanyak 85,2 persen responden menyatakan mendukung penggunaan aplikasi MyPertamina sebagai sarana pembelian BBM subsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Chabibi menilai langkah digitalisasi tersebut mulai membangun persepsi positif di kalangan masyarakat, terutama dalam pengelolaan data pengguna energi yang dinilai semakin terukur.

Selain itu, tingkat kepuasan terhadap stabilitas distribusi BBM dan LPG tercatat mencapai 83,6 persen. Responden menilai Pertamina mampu menjaga pasokan energi, termasuk ke wilayah-wilayah yang relatif sulit dijangkau.

Sementara itu, sebanyak 78,2 persen responden menilai sistem pendataan dan distribusi energi saat ini lebih transparan dan tertata dibandingkan sebelumnya.

Apresiasi publik juga terlihat pada kebijakan Pertamina dalam mempertahankan harga BBM subsidi di tengah fluktuasi harga energi global. Sebanyak 81,2 persen responden menyatakan puas terhadap kebijakan penahanan harga Pertalite dan Bio Solar.

Dari sisi pelayanan, tingkat kepuasan terhadap layanan di SPBU Pertamina mencapai 87,1 persen. Adapun kepuasan terhadap pelayanan operator SPBU tercatat sebesar 88,3 persen.

Meski demikian, survei tersebut juga mengungkap masih adanya sejumlah tantangan, terutama terkait akses energi di beberapa daerah. Sebanyak 67,4 persen responden mengaku masih mengalami kesulitan memperoleh BBM dan LPG 3 kilogram, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa.

Sebanyak 67,3 persen responden di luar Jawa menyebut distribusi BBM dan LPG masih kerap mengalami keterlambatan. Sementara di Pulau Jawa, 82,3 persen responden mengaku akses terhadap kebutuhan energi relatif lebih mudah meski sesekali masih menghadapi kendala distribusi.

Dalam kesimpulan surveinya, Citra Nasional Network menilai masyarakat saat ini melihat Pertamina sebagai perusahaan energi yang semakin modern, responsif, dan transparan dalam menjalankan perannya menjaga ketahanan energi nasional.

Chabibi menambahkan, Pertamina perlu terus menjaga keseimbangan antara perlindungan daya beli masyarakat melalui subsidi energi dengan kebutuhan penyesuaian terhadap dinamika pasar global untuk produk non-subsidi.

Menurutnya, kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi dan LPG 3 kilogram sejauh ini dinilai mampu membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas ekonomi nasional.

"Dalam menghadapi kenaikan harga minyak dan gas dunia, masyarakat tetap merasa tenang sehingga kondisi di SPBU maupun SPBE relatif aman dan tertib meskipun terjadi tekanan harga energi global," pungkasnya.

Editor: Gokli