Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-Madagaskar Perkuat Kerja Sama Diplomatik, Teken MoU Bebas Visa dan SKB Komisi Bersama
Oleh : Redaksi
Kamis | 04-06-2026 | 12:28 WIB
Indonesia-Madagaskar.jpg Honda-Batam
Menlu Sugiono dan Menlu Madagaskar Y.M. Alice N'Diaye, menandatangani dua dokumen kerja sama, yakni Memorandum of Understanding (MoU) tentang Sidang Komisi Bersama (SKB) serta Perjanjian Bebas Visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia dan Madagaskar menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin lebih dari lima dekade dalam pertemuan tingkat menteri di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, pada 3 Juni 2026. Pertemuan tersebut mempertemukan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Madagaskar Y.M. Alice N'Diaye.

Kunjungan tersebut menjadi penanda penguatan hubungan diplomatik kedua negara yang telah berlangsung sejak 1975, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor strategis.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak menandatangani dua dokumen kerja sama, yakni Memorandum of Understanding (MoU) tentang Sidang Komisi Bersama (SKB) serta Perjanjian Bebas Visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Menlu RI Sugiono menyebut penandatanganan tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat kerangka kerja sama bilateral Indonesia-Madagaskar.

Ia menegaskan bahwa kedua instrumen tersebut diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antarlembaga pemerintah serta memperluas peluang kerja sama di berbagai bidang.

Dorong Peningkatan Perdagangan dan Investasi

Di sektor ekonomi, kedua negara menyambut positif tren perdagangan bilateral yang terus menunjukkan pertumbuhan. Indonesia dan Madagaskar sepakat untuk memperluas kemitraan bisnis serta meningkatkan peluang investasi di kedua negara.

Menlu Sugiono menyatakan Indonesia siap mendukung kebutuhan industri dan sektor domestik Madagaskar melalui perdagangan komoditas strategis serta peningkatan investasi.

Selain itu, kedua negara juga membahas potensi kerja sama di sektor energi, keuangan, ekonomi kreatif, pertanian, dan ketahanan pangan yang dinilai memiliki prospek besar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Penguatan SDM Melalui Beasiswa

Di bidang pendidikan, Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Madagaskar melalui program beasiswa dan peningkatan kapasitas.

Menlu Sugiono mendorong mahasiswa Madagaskar untuk memanfaatkan program beasiswa yang ditawarkan Pemerintah Indonesia. Ia menyebut kerja sama pendidikan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat hubungan kedua negara.

Madagaskar tercatat sebagai salah satu negara di kawasan Afrika Sub-Sahara dengan jumlah penerima beasiswa Indonesia yang cukup signifikan. Pada periode 2023-2025, sekitar 40 mahasiswa Madagaskar telah menerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan program Darmasiswa.

Kolaborasi Kawasan dan Global South

Selain kerja sama bilateral, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan global. Sebagai anggota IORA, Indonesia dan Madagaskar memiliki kepentingan bersama dalam memperkuat kerja sama di bidang maritim, pengelolaan risiko bencana, serta ketahanan iklim.

Keduanya juga menegaskan komitmen sebagai bagian dari negara-negara Global South untuk memperkuat kerja sama pembangunan, termasuk melalui kolaborasi dengan organisasi regional Afrika seperti SADC dan COMESA.

Kemitraan Strategis Jangka Panjang

Sejak pembukaan hubungan diplomatik pada 1975, Indonesia dan Madagaskar terus memperkuat kemitraan yang berlandaskan kedekatan historis dan kerja sama pembangunan. Madagaskar kini dipandang sebagai salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Afrika dalam mendukung agenda kerja sama Selatan-Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Gokli