Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menhaj Minta Garuda dan Saudia Jaga Ketepatan Waktu Penerbangan Jemaah Haji
Oleh : Saibansah
Selasa | 02-06-2026 | 13:28 WIB
020606_Menhaj-Irfan-Yusuf.jpg Honda-Batam
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf saat melepas kepulangan jemaah haji Indonesia dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Jeddah - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, meminta maskapai penerbangan yang melayani operasional haji, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, menjaga ketepatan waktu penerbangan selama fase pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air.

Permintaan tersebut disampaikan Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, saat menghadiri pelepasan kepulangan perdana jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Minggu (31/5) malam.

Menurut Gus Irfan, ketepatan waktu penerbangan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proses pemulangan jemaah. Karena itu, ia berharap tidak terjadi keterlambatan yang dapat mengganggu jadwal kepulangan, terlebih hingga menyebabkan penundaan keberangkatan ke hari berikutnya.

Ia mengingatkan pengalaman keterlambatan penerbangan yang pernah terjadi pada penyelenggaraan haji sebelumnya tidak terulang kembali pada musim haji tahun ini.

Selain menyoroti aspek transportasi udara, Gus Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada para jemaah yang dinilai telah menjaga ketertiban selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Ucapan terima kasih turut diberikan kepada seluruh petugas haji dan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji, termasuk sektor penerbangan.

Pada kesempatan tersebut, Gus Irfan mengaku menerima berbagai masukan dan tanggapan positif dari jemaah yang merasa puas terhadap pelayanan selama berada di Tanah Suci.

Menurut dia, upaya memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah merupakan amanat yang diberikan pemerintah dan terus diupayakan oleh seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah bersama para petugas di lapangan.

Ia menambahkan, capaian pelayanan haji tahun ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari petugas haji, kementerian dan lembaga terkait, hingga unsur pendukung lainnya yang terlibat dalam operasional penyelenggaraan haji.

Fase pemulangan jemaah haji Indonesia dimulai pada 1 Juni 2026. Pada hari pertama, sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) dengan total 6.798 jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia.

Pemulangan gelombang pertama berlangsung melalui Bandara Internasional King Abdulaziz pada 1-15 Juni 2026. Selanjutnya, jemaah pada gelombang kedua akan dipulangkan melalui Bandara Prince Mohammed Bin Abdul Aziz pada 16-30 Juni 2026.

Editor: Dardani