Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BNCT, Penang Port dan Perlis Inland Port Bangun Koridor Logistik Baru Indonesia-Malaysia
Oleh : Redaksi
Selasa | 02-06-2026 | 10:28 WIB
MoC.jpg Honda-Batam
KJRI di Penang menyambut positif penandatanganan Nota Kolaborasi (Memorandum of Collaboration/MoC) antara PT Belawan New Container Terminal (BNCT), Mutiara Perlis Sdn. Bhd. (MPSB), dan Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB) sebagai upaya memperkuat konektivitas logistik dan perdagangan regional di kawasan Asia Tenggara. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Penang - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang menyambut positif penandatanganan Nota Kolaborasi (Memorandum of Collaboration/MoC) antara PT Belawan New Container Terminal (BNCT), Mutiara Perlis Sdn. Bhd. (MPSB), dan Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB) sebagai upaya memperkuat konektivitas logistik dan perdagangan regional di kawasan Asia Tenggara.

Kesepakatan yang ditandatangani pada Sabtu (30/5/2026) tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun jalur distribusi barang yang menghubungkan Sumatera dengan Malaysia bagian utara, sekaligus membuka akses perdagangan ke Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam hingga Tiongkok.

Penandatanganan MoC dilakukan oleh Presiden Direktur PT BNCT, Mohamed Suffian bin Abdul Manaf, Chief Executive Officer Penang Port, Dato' Sasedharan Vasudevan, serta Group Chief Executive Officer MPSB, Wan Ahmad Zaheed Wan Mohamad. Prosesi tersebut berlangsung dalam peresmian Kawasan Perdagangan Bebas Tuanku Syed Sirajuddin di Perlis Inland Port, Malaysia.

Sejumlah pejabat dan pelaku usaha turut menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut, di antaranya Raja Negeri Perlis Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail, Menteri Pengangkutan Malaysia Loke Siew Fook, Konsul Jenderal RI Penang Wanton Saragih, serta perwakilan dunia usaha dari Indonesia dan Malaysia.

Dalam kerja sama tersebut, BNCT akan berfungsi sebagai gerbang utama distribusi logistik di wilayah Sumatera. Sementara Penang Port diposisikan sebagai pusat transshipment atau penghubung distribusi kargo internasional, sedangkan Perlis Inland Port akan menjadi simpul logistik darat yang menghubungkan jaringan perdagangan menuju negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur.

Ketiga pihak sepakat mengembangkan sistem rantai pasok yang lebih efisien melalui percepatan arus kargo lintas negara dan integrasi sistem digital untuk memastikan distribusi barang berjalan secara menyeluruh dari titik asal hingga tujuan akhir.

Skema tersebut diyakini mampu memangkas waktu pengiriman dan menekan biaya logistik, sekaligus membuka akses distribusi darat menuju Thailand, Kamboja, Laos hingga Tiongkok.

Secara operasional, rute logistik Belawan-Penang memiliki jarak sekitar 255 kilometer dan dilanjutkan menuju Perlis Inland Port sejauh 133 kilometer, sehingga total mencapai 388 kilometer. Jalur ini dinilai lebih efisien dibandingkan rute konvensional melalui Singapura yang memiliki jarak hampir dua kali lebih jauh.

Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih, mengatakan kerja sama tersebut akan memperkuat mobilitas barang dan aktivitas perdagangan antara Indonesia dengan wilayah kerja KJRI Penang yang meliputi Pulau Pinang, Kedah, dan Perlis.

Menurutnya, kolaborasi ini juga berpotensi mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) serta menghadirkan koridor alternatif bagi konektivitas negara-negara ASEAN dengan kawasan Asia Timur.

"BNCT dapat menjadi gerbang utama di Sumatera dalam memperkuat rantai pasok yang lebih efisien antara negara-negara ASEAN dan kawasan Asia Timur seperti Tiongkok. Jalur ini juga akan mempercepat distribusi komoditas unggulan Indonesia seperti produk turunan kelapa sawit, kopi, kakao, teh, dan hasil pertanian lainnya ke Malaysia maupun pasar regional," ujar Wanton.

Sementara itu, Presiden Direktur PT BNCT, Mohamed Suffian bin Abdul Manaf, menegaskan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi BNCT dalam jaringan logistik internasional.

Menurutnya, MoC tersebut membuka peluang terbentuknya koridor logistik baru yang mampu menghubungkan Sumatera dengan pasar regional maupun global secara lebih efektif dan kompetitif. "Kerja sama ini membuka jalur logistik baru yang akan memperkuat konektivitas perdagangan internasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik nasional," katanya.

KJRI Penang menegaskan akan terus mendukung berbagai inisiatif pengembangan konektivitas antara Indonesia dengan wilayah kerja KJRI Penang, negara-negara ASEAN, serta kawasan lainnya guna memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan yang memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.

Editor: Gokli