Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dongkrak Wisata Bintan, Pesta Ketupat Gurun Pasir Telaga Biru Busung Disiapkan Jadi Event Tahunan
Oleh : Harjo
Senin | 01-06-2026 | 10:08 WIB
ketupat-anyam.jpg Honda-Batam
Lomba menganyam ketupat dengan batas waktu dua menit, dalam ajang Pesta Ketupat perdana di kawasan wisata Gurun Pasir Telaga Biru, Minggu (31/5/2026). (Foto: Harjo/BATAMTODAY)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Pemerintah Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, menggelar Pesta Ketupat perdana di kawasan wisata Gurun Pasir Telaga Biru, Minggu (31/5/2026). Kegiatan tersebut dirancang menjadi agenda tahunan sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke destinasi wisata unggulan di Bintan.

Dalam pelaksanaannya, panitia menyediakan sekitar 3.500 ketupat yang dibagikan secara gratis kepada pengunjung. Ketupat tersebut disajikan bersama kari ayam dan serundeng ikan yang merupakan produk kuliner lokal hasil olahan pelaku UMKM setempat.

Selain menikmati sajian kuliner khas, pengunjung juga disuguhi berbagai kegiatan dan perlombaan, seperti lomba pembacaan gurindam, lomba menganyam ketupat dengan batas waktu dua menit, serta sejumlah permainan tradisional lainnya. Beragam pertunjukan turut memeriahkan acara yang berlangsung di tengah panorama Gurun Pasir Telaga Biru.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bintan, Firman Setyawan, mengapresiasi penyelenggaraan Pesta Ketupat perdana tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat daya tarik wisata Gurun Pasir Telaga Biru yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Bintan.

"Event Pesta Ketupat Desa Busung tentu menjadi upaya untuk memajukan wisata Gurun Pasir Telaga Biru. Destinasi ini merupakan salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Bintan," ujar Firman saat meresmikan kegiatan tersebut.

Ia menambahkan, penyelenggaraan event berbasis budaya dan kuliner lokal juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beraktivitas di kawasan wisata tersebut.

Firman berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bintan. "Melalui kegiatan seperti ini, objek wisata di Bintan dapat menghadirkan lebih banyak inovasi, baik dalam bidang kuliner, seni tradisi maupun budaya. Selain untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah, kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga dan melestarikan tradisi yang dimiliki masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Busung, Rusli, menegaskan bahwa meski baru pertama kali digelar, Pesta Ketupat akan ditetapkan sebagai agenda tahunan desa, melengkapi rangkaian kegiatan budaya yang selama ini telah ada, seperti Festival Gonggong.

Menurut Rusli, suksesnya penyelenggaraan Pesta Ketupat tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat, baik yang terlibat langsung dalam pengelolaan kawasan Gurun Pasir Telaga Biru maupun warga Desa Busung secara umum. "Pesta Ketupat ini terlaksana berkat kebersamaan masyarakat. Ke depan kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi salah satu daya tarik wisata di Desa Busung," ujarnya.

Ia menjelaskan, tujuan utama penyelenggaraan Pesta Ketupat adalah menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Gurun Pasir Telaga Biru. Pada hari pelaksanaan acara, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai sekitar 1.000 orang, dengan sekitar 800 di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa yang umumnya hanya mencatat kunjungan dalam kisaran ratusan orang. Kondisi ini dinilai menjadi indikator positif bahwa event budaya dan kuliner mampu mendongkrak kunjungan wisata serta menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Editor: Gokli