Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pelayanan RSJKO EHD Tanjunguban Dikritik, Keluarga Pasien Soroti Etika dan Penanganan Darurat
Oleh : Harjo
Jumat | 29-05-2026 | 12:08 WIB
RSJKO-Uban.jpg Honda-Batam
RSJKO Engku Haji Daud Tanjunguban. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Pelayanan di RSJKO Engku Haji Daud Tanjunguban kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik datang dari tokoh masyarakat Bintan, Robberiyanto, yang menilai pelayanan rumah sakit tersebut semakin memburuk, baik dari sisi etika pelayanan maupun penanganan pasien darurat.

Menurut Robberiyanto, pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau itu dinilai tidak lagi mengedepankan aspek keselamatan dan kemanusiaan pasien.

"Pasien dan keluarganya bukan diarahkan bagaimana penanganan cepat untuk penyelamatan. Yang terjadi justru sebaliknya. Dari sisi etika dan pelayanan sangat jauh dari kata profesional seperti yang diharapkan masyarakat," ujar Robberiyanto di Tanjunguban, Jumat (29/5/2026).

Ia mengatakan, keluhan masyarakat terhadap pelayanan RSJKO EHD selama ini ternyata bukan sekadar sentimen atau asumsi belaka. Menurutnya, pengalaman buruk tersebut kini dirasakan langsung oleh keluarganya sendiri saat membawa pasien ke rumah sakit dalam kondisi darurat.

Robberiyanto mengungkapkan, saat pasien datang untuk mendapatkan penanganan cepat, pihak keluarga justru dihadapkan pada pertanyaan terkait penggunaan BPJS Kesehatan atau pembayaran pribadi sebelum pasien mendapatkan tindakan medis.

"Pasien datang karena kondisinya darurat. Sangat disayangkan, yang lebih dulu dipersoalkan justru soal penggunaan BPJS atau pembayaran pribadi," katanya.

Ia menegaskan, persoalan utama bukan terletak pada mekanisme pembayaran maupun kewenangan dokter dalam menentukan status kedaruratan pasien. Namun, menurut dia, keselamatan pasien seharusnya menjadi prioritas utama sebelum membahas administrasi atau pembiayaan.

"Pelayanan dan penyelamatan pasien harus menjadi yang utama, bukan soal biaya penanganannya," ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Robberiyanto meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen RSJKO EHD, termasuk jajaran pimpinan rumah sakit. "Kami berharap Pemprov Kepri melakukan evaluasi mulai dari direktur hingga manajemen rumah sakit secara keseluruhan," katanya.

Ia juga menilai keberadaan RSJKO EHD seharusnya memberikan rasa aman dan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat, bukan justru menambah beban psikologis keluarga pasien akibat pelayanan yang dianggap buruk.

"Jangan sampai masyarakat datang mencari pengobatan, tetapi pulang dengan trauma karena pelayanan yang tidak manusiawi," ujarnya.

Sementara itu, Humas RSJKO EHD Tanjunguban, Ranti, menyatakan pihak rumah sakit menerima seluruh keluhan yang disampaikan keluarga pasien dan akan meneruskannya kepada pimpinan rumah sakit sebagai bahan evaluasi. "Semua keluhan akan kami sampaikan kepada pimpinan. Koreksi terkait pelayanan ini menjadi masukan yang sangat berharga agar pelayanan dan manajemen rumah sakit dapat lebih baik ke depan," kata Ranti.

Editor: Gokli