Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dimulai Juli Mendatang, Pemerintah Targetkan 150 Ribu Peserta Program Magang Nasional 2026
Oleh : Redaksi
Kamis | 28-05-2026 | 11:28 WIB
Yassierli4.jpg Honda-Batam
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, saat menutup Program Magang Nasional Batch 2 di Ruang Tridarma Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Selasa (26/5/2026). (Kemnaker)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah menargetkan perluasan pelaksanaan Program Magang Nasional pada 2026 dengan jumlah peserta mencapai 150 ribu orang. Target tersebut meningkat dibandingkan target sebelumnya yang berada di angka 100 ribu peserta.

Target perluasan program itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, saat menutup Program Magang Nasional Batch 2 di Ruang Tridarma Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Yassierli mengatakan peningkatan target peserta merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi generasi muda agar lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja. "Berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, target peserta program magang tahun 2026 ditingkatkan menjadi 150 ribu orang," ujar Yassierli.

Menurutnya, program magang menjadi langkah strategis untuk menjembatani lulusan baru dengan kebutuhan industri. Selain memberikan pengalaman kerja langsung, program tersebut juga membantu peserta memahami budaya kerja, meningkatkan keterampilan, dan memperluas wawasan profesional sebelum memasuki dunia kerja.

Pelaksanaan Program Magang Nasional Batch 1 dan Batch 2 tercatat telah diikuti sekitar 76 ribu peserta. Sebanyak 14 ribu peserta berasal dari batch pertama, sedangkan sekitar 62 ribu peserta mengikuti batch kedua.

"Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenal sistem kerja di perusahaan sekaligus membangun kesiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif," katanya.

Sebagai bagian dari penguatan kompetensi, Kemnaker juga menyediakan sertifikasi kompetensi secara opsional bagi peserta magang. Proses asesmen dilakukan secara langsung di balai pelatihan sesuai standar pengujian yang berlaku.

Yassierli menilai sertifikasi kompetensi dapat menjadi nilai tambah bagi peserta setelah menyelesaikan program magang. "Pengalaman praktik dan sertifikasi kompetensi dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperbesar peluang memperoleh pekerjaan," ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi batch pertama, sebanyak 85 persen peserta menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan program. Sementara itu, sekitar 14 persen peserta menyatakan cukup puas dan tingkat ketidakpuasan hanya tercatat sebesar 0,7 persen.

Penilaian positif juga datang dari perusahaan mitra. Dari sekitar 4 ribu perusahaan peserta batch pertama, sebanyak 81 persen menyatakan puas dan sangat puas terhadap penyelenggaraan program magang.

Selain itu, sekitar 35 persen peserta batch pertama diketahui memperoleh tawaran pekerjaan di tempat mereka menjalani praktik kerja. "Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan magang dapat membuka akses lebih cepat bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja," kata Yassierli.

Untuk merealisasikan target 150 ribu peserta pada 2026, Kemnaker akan menyiapkan sejumlah tahapan bersama perusahaan mitra, mulai dari pembukaan lowongan, verifikasi, hingga seleksi administrasi dan seleksi daring sesuai mekanisme masing-masing perusahaan.

Tahap pertama program magang 2026 direncanakan dimulai pada Juli mendatang dengan target awal sekitar 50 ribu peserta. Selanjutnya, program akan dilaksanakan secara bertahap hingga memenuhi target nasional yang telah ditetapkan.

Yassierli juga mengajak para lulusan baru dan fresh graduate memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan pengalaman kerja dan memperluas peluang kerja di berbagai sektor industri. "Kami mendorong para fresh graduate dan lulusan baru memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan, dan memperluas akses kerja," pungkasnya.

Editor: Gokli