Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menlu Sugiono Sambut Kepulangan 9 Relawan Indonesia dari Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
Oleh : Redaksi
Senin | 25-05-2026 | 13:48 WIB
9-wni-pulang.jpg Honda-Batam
Menlu Sugiono menyambut langsung kedatangan para relawan yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 melalui organisasi Global Peace Convoy Indonesia setelah tiba di Tanah Air dengan selamat pada Minggu (24/5/2026) pukul 15.30 WIB. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyampaikan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 melalui organisasi Global Peace Convoy Indonesia telah tiba kembali di Tanah Air dengan selamat pada Minggu (24/5/2026) pukul 15.30 WIB.

Sebelumnya, kapal yang membawa sembilan relawan tersebut diintersepsi militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur, pada 18 Mei 2026. Para relawan kemudian ditahan di Kota Ashdod, Israel.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bergerak melakukan langkah diplomatik dan kekonsuleran secara intensif bersama berbagai pihak, termasuk jaringan Global Sumud Flotilla dan GPCI.

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah kesembilan WNI berhasil dibebaskan pada 21 Mei 2026. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, para relawan akhirnya dipulangkan ke Indonesia.

Setibanya di Tanah Air, Menteri Luar Negeri RI Sugiono langsung menyambut kedatangan para relawan. "Kami mengucapkan selamat datang kembali ke Tanah Air dan selamat berkumpul bersama keluarga," ujar Sugiono dalam sambutannya.

Sugiono menegaskan keberhasilan pembebasan dan pemulangan para relawan merupakan hasil kerja keras serta koordinasi intensif Pemerintah Indonesia melalui berbagai jalur diplomasi. "Keberhasilan evakuasi dan pembebasan ini merupakan buah dari kerja keras serta koordinasi intensif yang dilakukan Pemerintah Indonesia secara berlapis. Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI terus mengoptimalkan jalur diplomasi dengan menggerakkan lima perwakilan RI di kawasan strategis, yaitu KBRI Ankara, KJRI Istanbul, KBRI Amman, KBRI Kairo, dan KBRI Roma," ujar Menlu Sugiono.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Turki atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan selama proses pembebasan para WNI berlangsung.

Menurut Sugiono, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen negara dalam memberikan perlindungan kepada setiap warga negara Indonesia yang menjalankan misi kemanusiaan di luar negeri.

Selain itu, pemerintah menilai pemulangan para relawan turut memberikan kepastian dan dukungan moril bagi keluarga yang menunggu di Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga kembali menegaskan kecaman keras terhadap tindakan pencegatan kapal di perairan internasional serta perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama penahanan oleh militer Israel.

Pemerintah menilai tindakan sewenang-wenang terhadap warga sipil yang menjalankan misi kemanusiaan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.

Editor: Gokli