Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

The East Resmi Dibuka, Batam Kini Punya Ikon Baru Digital Lifestyle dan Pusat Teknologi Modern
Oleh : Aldy Daeng
Sabtu | 16-05-2026 | 18:48 WIB
The-East.jpg Honda-Batam
Grand opening The East, pusat perbelanjaan berbasis IT & Digital Lifestyle yang resmi dibuka pada Sabtu (16/5/2026) di kawasan Nagoya. (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kota Batam kembali menegaskan diri sebagai kota modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Hal itu ditandai dengan grand opening The East, pusat perbelanjaan berbasis IT & Digital Lifestyle yang resmi dibuka pada Sabtu (16/5/2026) di kawasan Nagoya.

Mengusung konsep futuristik dan modern, The East hadir tak hanya sebagai pusat jual beli perangkat elektronik, melainkan diproyeksikan menjadi hub komunitas digital, ruang kreatif anak muda, hingga destinasi baru wisata belanja teknologi di Batam.

Peresmian The East turut mendapat dukungan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pariwisata. Kehadiran pusat digital lifestyle ini dinilai selaras dengan pengembangan kawasan strategis Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya yang tengah dicanangkan pemerintah.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengapresiasi hadirnya The East sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Batam. Menurutnya, Batam ini terus mengembangkan sektor MICE tourism. Banyak wisatawan datang untuk kegiatan bisnis dan meeting.

"Di luar itu, mereka juga membutuhkan destinasi wisata belanja dan hiburan. Kehadiran The East diharapkan bisa mendukung program WPP New Nagoya yang sedang dicanangkan pemerintah," ujar Ardiwinata.

Direktur The East, Jackson, menjelaskan bahwa pusat perbelanjaan tersebut merupakan hasil rebranding dari Nagoya IT Center (NITC) yang telah lama dikenal masyarakat Batam sebagai pusat penjualan perangkat teknologi.

"Mulai hari ini, kami resmi melakukan rebranding menjadi The East. Ke depan, kami harapkan bisa menjadi pusat perbelanjaan untuk IT dan digital lifestyle," kata Jackson.

Menurutnya, konsep digital lifestyle lahir dari perubahan pola hidup masyarakat yang kini sangat bergantung pada teknologi dalam aktivitas sehari-hari.

"Sekarang teknologi bukan lagi barang sekunder. Ini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Karena itu kami ingin menghadirkan mall yang berbasis IT sekaligus gaya hidup digital," jelasnya.

Saat ini, lantai satu The East telah terisi penuh oleh puluhan tenant, mayoritas bergerak di sektor smartphone dan perangkat elektronik. Sementara lantai dua dan tiga akan dikembangkan untuk kebutuhan komputer, elektronik rumah tangga, hingga produk penunjang gaya hidup modern lainnya.

Jackson menyebut, The East memiliki area komersial sekitar 4.500 meter persegi dan ditargetkan mampu menampung lebih dari 100 tenant.

"Kami juga terhubung langsung dengan Apartemen Citra Plaza Nagoya melalui jembatan penghubung. Jadi konsep yang kami bangun ini saling mendukung dengan kebutuhan penghuni apartemen maupun masyarakat umum," tambahnya.

Sementara itu, Owner The East, Soehendro Gautama, mengatakan transformasi The East merupakan langkah repositioning bisnis pasca pandemi COVID-19 yang sempat mendisrupsi banyak sektor usaha.

"Dulu namanya Nagoya IT Center, sekarang kami ubah menjadi The East. Filosofinya sederhana, matahari terbit dari timur. Tapi rohnya tetap IT, hanya konsepnya disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat sekarang," ungkap Soehendro.

Ia optimistis The East dapat berkembang menjadi pusat aktivitas anak muda dan komunitas kreatif di Batam dengan konsep yang lebih nyaman, modern, bersih, dan kekinian.

"Ini bisa menjadi destinasi baru bagi anak-anak muda untuk hangout, mencari kebutuhan teknologi, sekaligus menikmati suasana yang lebih nyaman," katanya.

Sebagai penanda fase opening pada 16-17 Mei 2026, The East juga menghadirkan berbagai kegiatan komunitas seperti turnamen Mobile Legends, kompetisi PES dan Tekken, hingga lomba menyanyi yang menyasar kalangan muda dan komunitas digital.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen The East dalam membangun ruang publik yang hidup, tempat teknologi, hiburan, dan kreativitas bertemu dalam satu ekosistem modern.

Dengan konsep yang berbeda dari pusat elektronik konvensional, The East diharapkan mampu menjadi landmark baru industri teknologi di Batam sekaligus memperkuat citra kota ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan perbatasan.

Editor: Yudha