Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

DLH Batam Akui Krisis Pengangkutan Sampah, Warga Nilai Alasan Cuaca Tak Cukup
Oleh : Aldy
Sabtu | 16-05-2026 | 12:48 WIB
sampah-botania-1.jpg Honda-Batam
Tumpukan sampah di Perumahan Botania Garden, RW 29, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, dilaporkan tidak diangkut selama hampir 20 hari. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam akhirnya buka suara terkait polemik tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut di sejumlah kawasan permukiman, termasuk di Perumahan Botania Garden RW 29, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota.

Setelah keluhan warga ramai disorot, Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Batam, Iqbal, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pengangkutan sampah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Iqbal mengakui persoalan cuaca ekstrem dan berkurangnya tenaga petugas menjadi kendala utama yang menyebabkan layanan pengangkutan sampah tidak berjalan maksimal. "Mohon maaf atas kendala yang terjadi, saat ini kami sedang mengatur pengangkutannya agar sesuai jadwal. Adapun kendala cuaca sekarang juga menjadi faktor karena setiap hari hujan dan tiba-tiba panas, lalu hujan lagi, membuat sebagian satgas kami mengalami sakit akibat perubahan cuaca ekstrem yang setiap hari mereka hadapi," ujar Iqbal melalui pesan singkat, Sabtu (16/5/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap operasional pengangkutan sampah di lapangan karena jumlah petugas menjadi berkurang. "Kekurangan tenaga tersebut juga menjadi kendala. Sekali lagi mohon maaf atas apa yang terjadi, segera kami tindak lanjuti," katanya.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam kekecewaan warga. Masyarakat menilai persoalan sampah di Batam bukan lagi sekadar kendala teknis sesaat, melainkan cerminan lemahnya pengelolaan layanan dasar yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah.

Sebelumnya, warga Botania Garden mengeluhkan sampah yang disebut hampir 20 hari tidak diangkut. Tumpukan sampah terlihat menggunung di sejumlah titik hingga meluber ke badan jalan dan memunculkan bau menyengat menyerupai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kondisi semakin memburuk akibat musim penghujan yang mempercepat pembusukan sampah. Belatung bermunculan di sekitar tumpukan sampah dan aroma tidak sedap mengganggu aktivitas warga sehari-hari. "Sampah sudah terlalu lama tidak diambil. Bau tidak enak sudah merambah, udara jadi tidak sehat untuk dihirup," ujar salah satu tokoh masyarakat Botania Garden.

Ia mengatakan, truk pengangkut sampah memang sempat masuk ke kawasan perumahan. Namun, pengangkutan disebut hanya dilakukan di sebagian kecil wilayah. "Yang diangkut cuma beberapa puluh rumah saja. Padahal di RW 29 ini ada lebih dari 700 rumah," katanya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Ucok, yang mengaku terpaksa menyewa mobil pikap untuk membuang sampah secara mandiri karena tidak tahan melihat kondisi lingkungan tempat tinggalnya. "Sampah sudah dua pekan tidak diangkat. Saya sampai carter pick-up bawa sampah ke pembuangan. Buangnya pun bingung mau ke mana," ujarnya.

Persoalan sampah di Batam belakangan menjadi sorotan publik di tengah berbagai program penanganan sampah yang terus digaungkan Pemerintah Kota Batam. Mulai dari penambahan armada truk, pengadaan bin kontainer, hingga wacana pengelolaan sampah berbasis teknologi modern, seluruhnya dinilai belum memberikan dampak signifikan di lapangan.

Warga pun berharap DLH Kota Batam tidak hanya berhenti pada permintaan maaf, melainkan segera menghadirkan solusi nyata agar krisis sampah di kawasan permukiman tidak terus berulang. "Harapan kami tidak muluk-muluk, sampah dibersihkan di perumahan kami. Itu yang selalu dijanjikan wali kota dan wakil wali kota," ucap tokoh masyarakat Botania Garden.

Editor: Gokli