Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Penggunaan CNG di Batam Meningkat, PGN Klaim Lebih Hemat hingga 30 Persen
Oleh : Aldy
Jum\'at | 15-05-2026 | 11:28 WIB
CNG.jpg Honda-Batam
Penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) di Kota Batam terus menunjukkan tren peningkatan. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) di Kota Batam terus menunjukkan tren peningkatan. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui Gagas Energi Indonesia mencatat pemanfaatan gas bumi kini semakin meluas, mulai dari sektor industri, hotel, restoran, kafe, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di wilayah Kepulauan Riau.

PGN menilai penggunaan CNG lebih efisien dibandingkan LPG non subsidi. Perusahaan mengklaim pelanggan dapat menghemat biaya energi hingga 15 sampai 30 persen.

Area Head PGN Gagas Batam, Leonardo Manurung, mengatakan pertumbuhan penggunaan gas bumi sebagai energi alternatif terus meningkat, khususnya di sektor usaha. "Penggunaan gas bumi maupun CNG memberikan penghematan yang cukup signifikan dibandingkan LPG non subsidi, khususnya bagi sektor usaha seperti horeca dan industri," ujar Leonardo, Kamis (14/5/2026).

Saat ini, PGN mencatat sekitar 10 SPBG telah beroperasi menggunakan produk fuel gas milik perusahaan. Kebutuhan distribusi gas di setiap SPBG disebut berbeda-beda, bergantung pada tingkat konsumsi pelanggan.

"Ada SPBG dengan kebutuhan tinggi sehingga harus dilakukan pengisian setiap hari, sementara beberapa lainnya cukup dua hari sekali," katanya.

Menurut PGN, pemanfaatan CNG di Batam masih didominasi sektor industri dan komersial, terutama hotel, restoran, dan kafe (horeca). Pertumbuhan sektor pariwisata di Batam dinilai turut mendorong peningkatan kebutuhan energi berbasis gas bumi.

"Target pelanggan saat ini berkisar 100 sampai 180 pelanggan dan terus bertambah setiap bulannya," jelas Leonardo.

Selain menyasar sektor bisnis, PGN juga mulai mengembangkan pemanfaatan CNG untuk rumah tangga melalui sistem clustering yang terintegrasi dengan jaringan pipa gas dari fasilitas mother station menuju rumah pelanggan.

Area Head PGN Area Batam, Wendi Purwanto, menegaskan masyarakat tidak perlu mengganti kompor untuk menggunakan gas bumi. Pengguna hanya perlu melakukan penyesuaian pada bagian spuyer agar sesuai dengan karakteristik gas bumi.

"CNG pada dasarnya merupakan gas bumi yang sama seperti yang disalurkan melalui jaringan pipa. Perbedaannya, CNG telah melalui proses kompresi bertekanan tinggi sehingga lebih fleksibel untuk didistribusikan ke wilayah yang belum terjangkau jaringan gas," ujar Wendi.

PGN juga menilai gas bumi memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan dibandingkan energi fosil lainnya. Massa jenis gas bumi yang lebih ringan dari udara membuat gas lebih cepat terurai apabila terjadi kebocoran. Selain itu, emisi yang dihasilkan disebut lebih rendah.

Di sisi lain, perusahaan menyebut harga gas bumi rumah tangga relatif lebih stabil karena bersumber dari pasokan domestik, sehingga tidak terlalu dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia maupun nilai tukar dolar AS.

PGN menyatakan terus mendukung langkah pemerintah dalam menyusun model implementasi CNG yang tepat sasaran dan berkelanjutan, termasuk sinkronisasi kebijakan harga, pengembangan infrastruktur, hingga tata niaga energi gas bumi nasional.

Editor: Gokli