Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

OJK Kepri Dorong Literasi Keuangan Berbasis Budaya Melayu dan Pemikiran Raja Ali Haji
Oleh : Aldy
Kamis | 14-05-2026 | 14:08 WIB
bisri-lutfi.jpg Honda-Batam
Seminar literasi keuangan bertajuk Konsep Keuangan dalam Pemikiran Raja Ali Haji yang digelar bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Selasa (11/5/2026). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kepulauan Riau mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui pendekatan budaya Melayu dan nilai-nilai kearifan lokal.

Upaya tersebut diwujudkan melalui seminar literasi keuangan bertajuk Konsep Keuangan dalam Pemikiran Raja Ali Haji yang digelar bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Selasa (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri itu diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pustakawan, mahasiswa, akademisi, pegiat literasi dan budaya Melayu, hingga masyarakat umum.

Seminar tersebut membahas pemikiran Raja Ali Haji mengenai tata kelola sosial dan ekonomi, etika, amanah serta kebijaksanaan dalam mengelola keuangan yang dinilai masih relevan dengan perkembangan ekonomi modern saat ini.

Asisten Direktur Bagian Pelindungan Konsumen mewakili Kepala OJK Kepri, Muhammad Lutfi, mengatakan nilai-nilai pemikiran Raja Ali Haji memiliki keterkaitan erat dengan penguatan literasi keuangan masyarakat yang saat ini terus didorong melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

"Literasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Masyarakat yang cerdas keuangan akan mampu mengelola keuangan secara bijak, terhindar dari jeratan utang tidak produktif, serta semakin inklusif dalam memanfaatkan layanan keuangan," ujar Lutfi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau, Moh Bisri, menilai pemikiran Raja Ali Haji perlu kembali dihidupkan melalui penguatan budaya literasi keuangan di tengah masyarakat.

Dalam seminar tersebut, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Kepulauan Riau, Anastasia Wiwik Swastiwi, turut memaparkan relevansi pemikiran Raja Ali Haji terhadap tata kelola ekonomi modern, pentingnya perencanaan keuangan, hingga kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

Pada kesempatan itu, OJK Kepri juga menyerahkan 17 buku literasi keuangan dengan berbagai tema, mulai dari perencanaan keuangan keluarga, literasi keuangan untuk jenjang PAUD hingga perguruan tinggi, literasi keuangan bagi calon pengantin dan pekerja migran Indonesia, hingga buku bertema perempuan cerdas keuangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan di Provinsi Kepulauan Riau, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan Kepri Herry Andrianto, Ketua Umum Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Raja Al Hafidz, Ketua LAM Kepri Atmadinata, serta akademisi, peneliti budaya dan perwakilan media.

Melalui kegiatan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kepulauan Riau bersama para pemangku kepentingan menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, termasuk melalui pengembangan pojok literasi di perpustakaan dan program OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan (OJK PEDULI).

Editor: Gokli