Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam Lanjutkan Pergeseran Warga Rempang Eco-City, Total 242 KK Tempati Hunian Baru
Oleh : Redaksi/Alex
Kamis | 14-05-2026 | 11:08 WIB
relokasi-rempang2.jpg Honda-Batam
BP Batam kembali melanjutkan proses pergeseran warga terdampak pengembangan kawasan terpadu Rempang Eco-City secara bertahap pada Mei 2026. (BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan Batam kembali melanjutkan proses pergeseran warga terdampak pengembangan kawasan terpadu Rempang Eco-City secara bertahap pada Mei 2026.

Sebanyak 11 kepala keluarga (KK) atau 31 jiwa telah berpindah ke kawasan hunian baru sejak awal Mei 2026. Rinciannya, tiga KK bergeser pada 5 Mei 2026, kemudian empat KK pada 11 Mei 2026 dan tiga KK lainnya sehari setelahnya.

Dengan penambahan tersebut, total warga yang telah menempati hunian baru Rempang Eco-City kini mencapai 242 KK atau sebanyak 842 jiwa.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan proses pergeseran warga merupakan bagian dari komitmen BP Batam dalam mendukung program Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia yang mengedepankan konsep transmigrasi lokal untuk mendukung pembangunan kawasan Rempang.

Ia memastikan seluruh tahapan perpindahan warga berjalan tertib, aman dan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat terdampak. "Kami berharap kawasan Rempang Eco-City dapat menjadi lingkungan baru yang lebih nyaman dan produktif bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi generasi mendatang," ujar Ariastuty, Rabu (13/5/2026).

Perempuan yang akrab disapa Tuty itu menambahkan, BP Batam juga memastikan seluruh warga yang bergeser memperoleh hak sesuai ketentuan, termasuk rumah baru yang layak huni serta pendampingan selama proses adaptasi di lingkungan baru.

Menurutnya, program pengembangan Rempang tidak hanya berfokus pada relokasi masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut. "Dengan investasi di Rempang, kami ingin industri yang hadir mampu menyerap tenaga kerja lokal. Sehingga, taraf ekonomi masyarakat juga dapat bertumbuh seiring hadirnya investasi di kampung mereka," katanya.

Editor: Gokli