Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dinas PUPR Bintan Akhirnye Mengecek Kondisi Jembatan Yang Keropos di Jalan Bhakti Praja
Oleh : Harjo
Selasa | 12-05-2026 | 19:48 WIB
PUPR-Cek-Jembatan.jpg Honda-Batam
Dinas PUPR Bintan mengecek kondisi jembatan di Jalan Bhakti Praja, Tanjunguban Selatan. (Harjo/BTD)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Tim dari Dinas PUPR Kabupaten Bintan telah melakukan pengecekan kondisi jembatan di Jalan Bhakti Praja, Kelurahan Tanjunguban Selatan yang kondisinya retak dan keropos hingga berpotensi amblas, Selasa (12/5/2026).

"Tadi tim PUPR Bintan sudah hadir, semoga dapat diselesaikan," ujar Lurah Tanjunguban Selatan, Jamal Abdel Nasser, Selasa (12/5/2026).

Dikatakan, meski tim sudah turun dan melihat langsung kondisi jembatan namun masih akan dibahas untuk penanganan jangka pendek dan jangka panjangnya. "Masih akan dibahas penanganannya. Semoga ada solusi secepatnya," ujar Jamal.

Kondisi jembatan penghubung di Jalan Bhakti Praja, tepat di depan kantor Perumda Air Minum Tirta Kepri Cabang Tanjunguban, dilaporkan mulai mengalami kerusakan serius. Sejumlah bagian jembatan tampak retak dan kropos sehingga memicu kekhawatiran warga terhadap potensi amblas.

Jembatan tersebut diketahui menjadi akses alternatif penting bagi masyarakat Tanjunguban, terutama jalur penghubung dari kawasan Pasar Baru menuju Pasar Lama Tanjunguban maupun sebaliknya.

Seorang warga Tanjunguban, Bowo, mengatakan kondisi jembatan saat ini sudah membutuhkan perhatian dan pemeliharaan dari pemerintah sebelum menimbulkan risiko yang lebih besar.

"Kondisinya sudah harus mendapatkan perhatian karena sangat rawan amblas, apalagi jika terus dilalui kendaraan besar atau kendaraan dengan muatan berat," ujar Bowo, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, kerusakan konstruksi terlihat jelas pada bagian bawah jembatan. Ia mengaku terkejut setelah melihat langsung kondisi struktur saat melintas di bawah jembatan untuk pergi melaut maupun memancing.

Meski ukuran jembatan tidak terlalu panjang, kata dia, dampaknya akan sangat fatal apabila terjadi kerusakan parah. Pasalnya, jalur tersebut menjadi salah satu akses alternatif yang cukup vital bagi mobilitas warga Tanjunguban.

"Selain menyangkut keselamatan pengguna jalan, jembatan ini juga menjadi akses alternatif masyarakat. Kami berharap pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan sejumlah warga lain yang menilai kondisi jembatan semakin memprihatinkan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera diperbaiki.

Editor: Yudha