Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Itjen Kemenhaj Cek Langsung Layanan Jemaah Haji di Madinah
Oleh : Saibansah
Minggu | 10-05-2026 | 18:08 WIB
Irjen_Kemenhaj.jpg Honda-Batam
Inspektur Wilayah II Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Ade Muhtar usai mengecek layanan jemaah haji di Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Inspektur Wilayah II Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Ade Muhtar, meninjau langsung pelayanan jemaah haji Indonesia di Madinah, Arab Saudi, Jumat (8/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memantau layanan akomodasi hingga konsumsi yang diberikan kepada jemaah.

Ade mengatakan, secara umum pelaksanaan layanan haji di Madinah berjalan baik. Hal itu disampaikan setelah menerima laporan dari Kepala Sektor 1 Daerah Kerja Madinah, Ramlan Sudarto, terkait proses pemberangkatan jemaah dari Madinah menuju Makkah.

"Alhamdulillah, pelaksanaan layanan yang selama ini dilaporkan berjalan baik, dan kami melihat langsung di lapangan memang berjalan dengan baik," ujar Ade saat mengunjungi Sektor 1 Madinah.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam proses pergeseran jemaah menuju Makkah yang berlangsung cukup padat. Pada hari yang sama, Sektor 1 diketahui memberangkatkan 13 kelompok terbang (kloter) secara bersamaan.

Menurut Ade, kondisi tersebut membutuhkan dukungan tenaga petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) dan porter atau umal dalam jumlah memadai. Ia mengapresiasi kesiapan para petugas yang sebelumnya telah menjalani pelatihan intensif di Indonesia.

Ade menilai layanan konsumsi menjadi salah satu aspek yang paling banyak mendapat apresiasi dari jemaah. Penggunaan bumbu dan bahan masakan khas Nusantara dinilai membuat jemaah lebih nyaman selama berada di Tanah Suci.

"Konsumsi menjadi salah satu layanan yang paling dirasakan manfaatnya oleh jemaah karena cita rasanya dekat dengan makanan di Indonesia," katanya.

Ia menambahkan, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam penyediaan kebutuhan konsumsi juga menjadi nilai tambah dalam penyelenggaraan haji tahun ini.

Kementerian Haji dan Umrah, lanjut Ade, akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Berbagai masukan, termasuk dari media, disebut akan menjadi bahan evaluasi bagi kementerian.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Jaenal Effendi juga menyampaikan bahwa layanan konsumsi menjadi salah satu aspek yang paling diapresiasi jemaah haji Indonesia.

Menurut dia, penggunaan bumbu khas Indonesia membuat jemaah merasa lebih nyaman karena menu yang disajikan sesuai dengan selera Nusantara.

"Jemaah merasa senang karena tetap bisa menikmati cita rasa Indonesia selama berada di Tanah Suci," ujar Jaenal.

Apresiasi terhadap layanan haji juga disampaikan sejumlah jemaah asal Indonesia. Lila Kholilah, jemaah asal Indramayu, Jawa Barat, mengaku puas dengan pelayanan akomodasi dan konsumsi selama berada di Madinah.

"Makannya enak dan hotelnya bersih. Lokasinya juga dekat dengan Masjid Nabawi," kata Lila.

Hal serupa disampaikan Renah, jemaah asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ia menilai fasilitas hotel dan makanan yang disediakan cukup nyaman dan mendukung kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah. "Pelayanan hotel bagus dan makanannya cocok," ujarnya.

Editor: Dardani