Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sektor 5 Madinah Ajak Jemaah Sedekah Barcode ke Raudhah
Oleh : Saibansah
Minggu | 10-05-2026 | 18:32 WIB
Harji_Barcode.jpg Honda-Batam
Koordinator Bimbab Sektor 3 Daker Madinah, Miftahul Anwar saat memberikan pelayanan konsultasi nusuk kepada para jemaah haji. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Petugas haji di Madinah terus mengupayakan agar seluruh jamaah haji Indonesia dapat berkesempatan mengunjungi Raudhah, area di antara rumah dan mimbar Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai Taman Surga. Untuk mendukung hal tersebut, petugas turut menyosialisasikan program “sedekah barcode” kepada jamaah.

Koordinator Bimbingan Ibadah Sektor 3 Daerah Kerja Madinah, Miftahul Anwar, mengatakan kunjungan ke Raudhah dapat dilakukan melalui dua mekanisme, yakni menggunakan kartu Nusuk atau melalui tasreh (izin masuk).

"Sebagian jamaah memiliki telepon genggam, tetapi belum memahami cara mendaftar melalui aplikasi. Ada juga jamaah yang tidak membawa ponsel," ujar Miftahul saat memberikan edukasi kepada jamaah, Minggu (10/5/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan tasreh untuk rombongan juga belum sepenuhnya dapat diandalkan karena penerbitannya bergantung pada kebijakan Pemerintah Arab Saudi.

Saat ini, Pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem digital bagi jamaah yang ingin masuk ke Raudhah secara mandiri. Jamaah diwajibkan mendaftar melalui aplikasi Nusuk untuk memperoleh barcode yang nantinya dipindai oleh petugas di pintu masuk.

Menurut Miftahul, tim bimbingan ibadah di tingkat sektor dan kloter terus berkoordinasi agar seluruh jamaah yang berada di Madinah memiliki kesempatan yang sama untuk berkunjung ke Raudhah.

"Kami tidak ingin dalam satu kamar ada jamaah yang sudah berkali-kali masuk Raudhah, sementara yang lain belum pernah sama sekali," katanya.

Ia menambahkan, edukasi kepada jamaah dilakukan setiap hari mulai selepas Ashar hingga pukul 23.00 waktu setempat. Upaya pendampingan itu dilakukan mengingat sekitar 40 persen jamaah Indonesia merupakan lanjut usia yang sebagian mengalami kesulitan menggunakan layanan digital.

Sebagai solusi, petugas memperkenalkan konsep “sedekah barcode”. Melalui skema tersebut, jamaah yang sudah pernah masuk Raudhah dapat mendaftarkan diri di aplikasi Nusuk, lalu memberikan barcode yang diperoleh kepada jamaah lain yang belum mendapatkan kesempatan.

"Barcode itu tidak digunakan untuk dirinya sendiri, melainkan diberikan kepada jamaah lain yang belum pernah masuk Raudhah," ujar Miftahul.

Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari jamaah. Muhammah Subhan, jamaah asal Kloter 39 Solo (SOC 39), menilai program sedekah barcode sangat membantu jamaah yang mengalami keterbatasan akses maupun kemampuan penggunaan teknologi.

Subhan yang juga bertugas sebagai ketua regu mengaku menerapkan pola serupa kepada anggota rombongannya. Ia bersyukur karena jamaah yang sebelumnya belum dapat mengunjungi Raudhah akhirnya memperoleh kesempatan.

"Petugas memberikan pelayanan yang baik, tidak hanya mengedukasi soal kartu Nusuk, tetapi juga mendampingi kami hingga ke pintu Raudhah," kata jamaah asal Jepara itu.

Editor: Dardani