Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Efek Ganda Dana Haji Rp 18 Triliun Dorong Kebangkitan UMKM
Oleh : Saibansah
Jum\'at | 08-05-2026 | 11:48 WIB
prof-jaenal.jpg Honda-Batam
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Prof Dr Jaenal Effendi saat berbincang dengan Tim MCH PPIH Arab Saudi 2026 di Madinah. (Foto: MCH 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyebut penyelenggaraan ibadah haji 2026 tidak hanya berdampak pada pelayanan jemaah, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Prof. Dr. Jaenal Effendi, mengatakan total biaya penyelenggaraan ibadah haji yang mencapai sekitar Rp 18,2 triliun diperkirakan mampu menciptakan efek ganda terhadap perekonomian nasional.

"Dari sekitar Rp 18 triliun hingga Rp 18,2 triliun biaya pelaksanaan ibadah haji ini, diharapkan dapat mendatangkan dampak ekonomi yang jauh lebih besar," ujar Jaenal kepada Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi 2026 usai pengajian yasinan di Kantor Daerah Kerja Madinah, Kamis (7/5/2026) malam.

Menurut Jaenal, perputaran dana haji tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan UMKM, sekaligus mendukung pelaksanaan visi Tri Sukses Haji. Program itu juga diklaim sejalan dengan konsep haji ramah lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas melalui dukungan kemudahan logistik.

Ia menambahkan, pemerintah ingin manfaat ekonomi dari penyelenggaraan haji dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM di berbagai daerah.

"Harapannya, pelaksanaan ibadah haji ini juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat UMKM di Indonesia," katanya.

Untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji, pemerintah juga meluncurkan platform digital oleh-oleh haji yang ditujukan untuk mempermudah transaksi lintas negara. Platform tersebut diharapkan dapat membantu jemaah memperoleh produk secara aman sekaligus mengurangi potensi penipuan.

Jaenal mengimbau jemaah agar menggunakan platform resmi yang telah disediakan pemerintah guna mendukung pengembangan produk dalam negeri.

"Kami dari Ditjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji bersyukur karena Indonesia kini sudah memiliki platform oleh-oleh haji," ujarnya.

Kemenhaj, lanjut Jaenal, akan terus melakukan evaluasi untuk mengukur besaran manfaat ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan ibadah haji. Sejumlah indikator yang tengah dipantau antara lain peningkatan jumlah eksportir bumbu asal Indonesia dan pertumbuhan pelaku UMKM di sekitar hotel jemaah di Arab Saudi.

"Angkanya memang belum final, tetapi nantinya akan kami kuantifikasi lebih lanjut," kata Jaenal.

Editor: Dardani