Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Berkonflik dengan JK, Ade Arnando Mundur dari PSI
Oleh : Irawan
Selasa | 05-05-2026 | 20:28 WIB
Ade_Armando_Mundur_b.jpg Honda-Batam
Ade Armando menyampaikan pengudurun diri dalam junpa pers di kantor PSI, Jakarta, Selasa (5/5/2026) (Foto: istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Pegiat media sosial Ade Armando mengumumkan mundur sebagai politikus dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ade menyebutkan pengunduran dirinya dilakukan demi kebaikan bersama.

Pengumuman itu ia sampaikan dalam jumpa pers di kantor DPP PSI, Selasa (5/5/2026). “

Melalui konferensi pers ini, saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI, ya. Tidak ada konflik antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama," kata Ade Armando.

Ade menegaskan keputusan itu ia ambil bukan karena dirinya bermasalah dengan partai. Dia bilang pengunduran diri tersebut dilakukan untuk melindungi partai buntut kasus hukum yang sedang ia jalani atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian.

Ade berkata kasus itu telah menyeret partainya terlalu jauh dan dia tak mau hal itu terjadi.

"Ada kelompok-kelompok atau pihak-pihak yang menurut saya sengaja mengorkestrasi ini untuk juga menyerang atau menghancurkan PSI. Dan saya tidak terima itu," kata Ade.

Ade menyebut, buntut kasusnya, partai dengan sejumlah koleganya di internal ikut terseret. Menurut dia, ada ancaman gerak partai akan dipersulit karena kasus tersebut.

Menurut dia, cara itu tak adil sehingga cara paling masuk akal untuk menyelamatkan PSI adalah dengan pengunduran diri.

"Seperti orang-orang akan mempersulit kerja PSI berikutnya untuk memperjuangkan partai di berbagai tempat gitu ya, menjelang, bukan menjelang, nanti menuju pemilu 2029," katanya.

Ade Armando mengundurkan diri dari PSI. Ade Armando menyebut ada orang mengirim surat kepada Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali bahwa ada seseorang yang tak akan mendukung PSI jika masih ada dirinya.

"Bahkan ya mungkin Pak Ali bisa cerita, ada orang-orang kirim surat ke Pak Ali dan bilang bahwa, ini bukan Pak Ali ngadu ya, tapi kita baca sama-sama surat-suratnya yang mengatakan bahwa, 'Nggak bisa nih selama Ade Armando masih ada di sana, kita nggak akan dukung PSI'," kata Ade Armando

Menurutnya, hal tersebut merupakan imbas dari adanya pelaporan dirinya ke polisi oleh 40 ormas Islam terkait kasus dugaan pemotongan ceramah Jusuf Kalla (JK). Dia menyebut nama PSI turut diserang dari kasus tersebut.

"Ada 40 organisasi Islam atau tokoh di bawah Pak Din Syamsuddin kalau nggak salah, itu datang ke polisi dan melaporkan saya. Kemudian ada yang dari Ambon, kemudian ada lagi satu lagi sekumpulan organisasi apa. Dan di medsos itu luar biasa serangannya. Dan bahkan menyangkut nama-nama besar ya, orang-orang terkenal nih yang turun tangan, ya bahkan Pak Din Syamsuddin itu menurut saya kan luar biasa, luar biasa di atas ya. Tapi serangannya itu bukan hanya ke saya. Buat saya untuk pertama kalinya serangannya diarahkan kepada PSI," katanya.

Ade menduga ada pihak yang sengaja ingin menghabisi dirinya dan PSI. "Saya menangkap bahwa memang ada upaya sengaja nih beramai-ramai ingin menghabisi saya dan kemudian menghabisi PSI," katanya.

Ade meyakini pihak yang melaporkannya ke polisi tidak akan mencabut laporannya. Dia menegaskan tidak pernah mengadu domba dan memprovokasi pihak mana pun untuk membenci mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

"Saya yakin juga laporan terhadap saya juga tidak akan dicabut nih, akan terus. Tapi saya merasa nggak bersalah, kok. Saya tidak pernah mengadu domba, memprovokasi, menghasut siapa pun, bahkan untuk membenci JK nggak pernah," katanya.

Ade Armando dan Permadi Arya dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghasutan dan provokasi buntut potongan ceramah JK saat berceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu.

Laporan dibuat Aliansi Profesi Advokat Maluku (APAM) dan teregister dengan nomor LP/B/2767/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

"Kami mendatangi Polda Metro Jaya dalam rangka membuat laporan polisi tentang dugaan tindak pidana penghasutan dan provokasi yang diduga dilakukan oleh saudara Ade Armando dan Permadi Arya melalui media sosial," kata perwakilan APAM sekaligus pelapor Paman Nurlette kepada wartawan, Senin (20/4/2026).

Editor: Surya