Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PLN Bongkar Pencurian Arus Listrik di 2 Ruko Jalan Gatot Subroto Tanjungpinang
Oleh : Devi Handiani
Selasa | 05-05-2026 | 17:48 WIB
PLN-Tanjungpinang.jpg Honda-Batam
Petugas PLN mengecek adanya pencurian arus di dua Ruko Jalan Gatot Subroto Tanjungpinang. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Dua ruko di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Kampung Bulang, Tanjungpinang Timur, mendadak jadi pusat perhatian, dari luar sepi dan tertutup rapat, warga kira tempat ternak ayam. Begitu dibongkar PLN, isinya mesin tambang Bitcoin ilegal yang menyedot listrik curian ribuan VA.

Petugas menemukan total daya ilegal sebesar 2 x 5.500 VA dan 1 x 7.700 VA. Kapasitas itu bahkan lebih besar dari kasus Batu Dua yang heboh pekan lalu. Semua dipakai nonstop untuk menghidupkan server kripto di belakang ruko.

Manager ULP Tanjungpinang Kota, Muchamar Rizky Rahdhani, menyebut aksi ini pencurian arus listrik yang tak bisa ditoleransi. 

“Kami berharap pemilik dan penyewa segera menyelesaikan kasus ini secepatnya,” tegasnya, Selasa (5/5/2026). 

Rizky juga mewanti-wanti pemilik properti agar selektif menyewakan bangunan. “Jangan sampai disalahgunakan untuk penambangan Bitcoin ilegal, karena dendanya sangat besar,” tambahnya.

Di bagian belakang ruko, petugas menemukan deretan mesin server dan alat sirkulasi udara. Ruangan didesain tertutup agar suhu tetap stabil demi mesin kripto yang kerja tanpa henti. Instalasi listriknya siluman, tanpa meteran resmi PLN.

PLN masih memantau lokasi dan akan perketat patroli di titik rawan. Potensi kebakaran dari beban listrik ilegal jadi alasan utama penindakan cepat.

Ketua RT setempat, Suwarno, mengaku tak pernah menerima laporan dari pemilik atau penyewa. 

“Selama ini tidak ada laporan, pemilik atau penyewa ruko juga tidak pernah terdata,” ujarnya.

Naasnya warga sekitar juga tertipu , Andi seorang tetangga ruko mengaku sempat tanya langsung. 

“Kami sempat tanya, katanya untuk ternak ayam, baru sekarang tahu ternyata ada pencurian listrik,” ucapnya.

PLN menegaskan bakal menindak tegas pelaku. Selain merugikan negara, kabel ilegal itu bom waktu di tengah permukiman padat.

Sampai sekarang, dalang di balik tambang Bitcoin Gatot Subroto masih diburu. PLN bersama aparat terus telusuri siapa pemilik dan siapa operator mesin cuan haram itu.

Editor: Yudha