Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PLN Minta Maaf, Pemeliharaan Darurat PLTU Karimun Picu Potensi Defisit Listrik
Oleh : Freddy
Sabtu | 02-05-2026 | 11:08 WIB
pln-karimun.jpg Honda-Batam
Proses pemeliharaan PLTU Unit 2 PLN ULP Tanjungbalai Karimun selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Mei 2026. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjungbalai Karimun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi gangguan listrik selama pelaksanaan pemeliharaan darurat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit 2 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Mei 2026.

Manager ULP PLN Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas temuan gangguan teknis pada salah satu komponen sistem pembakaran batu bara di pembangkit tersebut. "Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Karimun atas ketidaknyamanan selama pelaksanaan pemeliharaan emergency PLTU Unit 2 ini," ujar Ahmad, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, pemeliharaan darurat tidak bisa ditunda karena berpotensi menimbulkan kerusakan lebih luas jika dibiarkan. Namun, keputusan tersebut berdampak langsung pada kemampuan pasokan listrik di wilayah Karimun.

PLN mencatat daya mampu sistem selama masa pemeliharaan hanya berada di kisaran 32 MW, sementara beban puncak diperkirakan mencapai 34,5 MW. Artinya, terdapat defisit sekitar 2,5 MW, terutama pada jam-jam krusial antara pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.

"Petugas pembangkitan terus bekerja keras menjaga daya mampu sistem agar tetap bertahan hingga jadwal pemeliharaan dilakukan," kata Ahmad.

Kondisi ini diperparah oleh faktor cuaca yang turut mendorong peningkatan konsumsi listrik. Untuk mengantisipasi kekurangan daya, PLN akan menerapkan manajemen beban secara bergilir saat jam puncak, dengan prioritas pasokan tetap diberikan kepada fasilitas vital seperti rumah sakit dan pelabuhan.

Meski demikian, kebijakan pemadaman bergilir berpotensi memicu keluhan masyarakat dan pelaku usaha, terutama jika tidak diimbangi dengan komunikasi yang transparan dan mitigasi yang terukur.

Ahmad menegaskan bahwa perbaikan ini justru ditujukan untuk mencegah gangguan yang lebih besar dan berkepanjangan. "Pemeliharaan ini bertujuan agar kerusakan tidak meluas ke bagian lain yang bisa menyebabkan waktu perbaikan lebih lama," jelasnya.

Ia menambahkan, tim teknis telah mengidentifikasi titik kerusakan dan berupaya memaksimalkan waktu pengerjaan agar proses pemeliharaan dapat selesai lebih cepat dari jadwal. "Semoga pelaksanaan berjalan lancar dan bisa selesai lebih cepat. Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun atas kondisi kelistrikan saat ini," tutup Ahmad.

Situasi ini kembali menyoroti ketahanan sistem kelistrikan di wilayah kepulauan seperti Karimun yang masih rentan terhadap gangguan teknis, sekaligus menuntut langkah antisipatif jangka panjang agar krisis serupa tidak terus berulang.

Editor: Gokli