Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Petugas Evakuasi Tiga Jemaah Haji Sakit ke Makkah Naik Ambulans
Oleh : Saibansah
Jum\'at | 01-05-2026 | 20:48 WIB
0105_evakuasi-jemaah-haji-ke-mekkah.jpg Honda-Batam
Kasi Kesehatan Daker Madinah dr Enny Nuryanti saat evakuasi 3 jemaah haji di KKHI Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Tiga jemaah haji asal Indonesia yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah menggunakan ambulans Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Kamis (30/4/2026) malam.

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr. Enny Nuryanti, mengatakan ketiga jemaah tersebut tetap diberangkatkan meski kondisi mereka belum sepenuhnya pulih. Keputusan ini diambil karena rombongan kloter masing-masing telah lebih dulu berangkat ke Makkah.

Menurut Enny, para jemaah sebelumnya dirawat di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi dan telah dinyatakan dalam kondisi stabil serta layak untuk dipindahkan.

"Malam ini kami memberangkatkan tiga jemaah dengan satu pendamping menggunakan ambulans KKHI dari Madinah menuju KKHI Makkah," ujar Enny.

Perjalanan darat yang diperkirakan berlangsung selama 4 hingga 6 jam itu akan didampingi oleh satu dokter dan satu perawat. Ketiga jemaah juga dipastikan dalam kondisi aman untuk menjalani perjalanan.

Adapun jemaah yang dievakuasi berasal dari dua kloter, yakni JT dan SDD dari Kloter KJT 1, serta UBS dari Kloter KNO 01. Mereka merupakan pasien pascarawat inap dari sejumlah rumah sakit, termasuk King Fahd dan Saudi German Hospital.

Dua di antaranya diketahui menderita diabetes melitus setelah menjalani tindakan perawatan luka kaki, sementara satu jemaah lainnya mengidap penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang telah stabil.

Dalam perjalanan menuju Makkah, ambulans dijadwalkan singgah di Bir Ali untuk mengambil miqat. Petugas akan membantu ketiga jemaah berniat ihram dari dalam ambulans tanpa perlu turun, mengingat kondisi fisik mereka yang masih lemah.

Setibanya di Makkah, penanganan selanjutnya akan dilakukan oleh KKHI setempat, termasuk pengaturan kepulangan jemaah ke kloter masing-masing. Pelaksanaan umrah wajib diperkirakan akan menggunakan kursi roda atau kendaraan golf.

Selain dokumen perjalanan seperti paspor, visa, dan kartu Nusuk, petugas juga telah menyiapkan obat-obatan serta konsumsi selama perjalanan.

Sementara itu, hingga saat ini tercatat sekitar 48 jemaah haji Indonesia masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Tim kesehatan berharap seluruh jemaah dapat segera pulih dan kembali bergabung dengan kloter masing-masing sebelum memasuki fase puncak ibadah haji di Armuzna.

Editor: Dardani