Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

FHTB 2026 Resmi Dibuka, Dorong Inovasi dan Pertumbuhan Berkelanjutan Industri Hospitality
Oleh : Redaksi/Alex RS
Selasa | 28-04-2026 | 19:08 WIB
2804_Pembukaan-FHTB-2026-Bali.jpg Honda-Batam
FHTB 2026 resmi dibuka oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Bali I Wayan Sumarajaya, Portfolio Director FHTB Meysia Stephanie, serta Presiden Bali Culinary Professionals (BCP) Bayu Retno Timur. (Foto: istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bali - Pameran internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026 resmi dibuka di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Selasa (28/4/2026). Memasuki edisi ke-14, ajang ini menjadi platform strategis bagi pelaku industri pariwisata, khususnya di Indonesia Timur, untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan.

FHTB 2026 berlangsung selama tiga hari hingga 30 April 2026, mengusung tema "A Sustainable Feast for the Future of Hospitality, Tourism and Food & Beverage".

Pembukaan dilakukan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, didampingi perwakilan Pemprov Bali, Kepala Dinas Pariwisata I Wayan Sumarajaya, Portfolio Director FHTB Meysia Stephanie, serta Presiden Bali Culinary Professionals (BCP) Bayu Retno Timur.

Agung menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pertumbuhan industri pariwisata Bali. Ia menyebut FHTB memberi dampak nyata bagi pelaku usaha, termasuk dirinya yang pernah merintis bisnis F&B.

Sementara itu, Sumarajaya menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Bali terhadap penyelenggaraan FHTB yang dinilai mampu memperkuat posisi Bali, tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat pengembangan industri kuliner berkelanjutan.

"FHTB sangat relevan dengan visi pariwisata Bali yang berbudaya, berkualitas, dan bermartabat," ujarnya.

Portfolio Director FHTB, Meysia Stephanie, mengatakan FHTB menjadi hub peluang bisnis global ke pasar Indonesia yang terus berkembang. Tahun ini, lebih dari 200 perusahaan dari 14 negara ambil bagian, menghadirkan berbagai produk dan layanan unggulan.

Optimisme tersebut didukung data BPS Bali yang mencatat pertumbuhan restoran sebesar 28,16% pada 2025. Selain itu, sekitar 65% pengeluaran wisatawan di Bali dialokasikan untuk sektor makanan dan minuman.

Selain pameran, FHTB 2026 juga menghadirkan berbagai agenda unggulan, seperti The 13th Salon Culinaire Bali yang diikuti lebih dari 600 chef dengan penilaian 30 juri bersertifikasi internasional.

Beragam kompetisi dan program edukasi turut digelar, di antaranya Barista Female Creation, Wine Masterclass, hingga Blind Tasting Challenge. Sejumlah seminar industri juga disiapkan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha.

Dari sisi keberlanjutan, FHTB 2026 mengusung konsep ramah lingkungan melalui pengelolaan limbah makanan, penggunaan material berkelanjutan, serta penyediaan stasiun isi ulang air minum guna mengurangi sampah plastik.

"Seluruh sampah makanan akan diolah menjadi pupuk dan pakan ternak, sehingga memberikan dampak lingkungan dan sosial yang positif," ujar Marketing Communication Manager FHTB, Leonarita Hutama.

FHTB juga menghadirkan UCollect Station untuk mengumpulkan minyak jelantah yang akan diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan, serta mendorong penggunaan booth modular melalui inisiatif Better Stands.

Melalui berbagai program seperti workshop, seminar industri, dan business matching, FHTB 2026 diharapkan terus menjadi motor penggerak industri F&B, perhotelan, dan pariwisata menuju ekosistem yang lebih berkelanjutan.

Registrasi pengunjung masih dibuka hingga hari terakhir penyelenggaraan di lokasi acara.

Editor: Yudha