Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ini Dua Cara Masuk Raudhah di Masjid Nabawi
Oleh : Saibansah
Selasa | 28-04-2026 | 17:28 WIB
2804_Kasi-Bimbingan-Ibadah-Haji.jpg Honda-Batam
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan KBIHU Daerah Kerja Madinah, Efrilen Hafiz. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Jamaah haji Indonesia yang berada di Madinah umumnya berkeinginan mengunjungi Raudhah, salah satu area di Masjid Nabawi yang diyakini sebagai tempat mustajab untuk berdoa.

Raudhah atau Raudhatul Jannah terletak di antara rumah Nabi Muhammad SAW --yang kini menjadi makam Rasulullah-- dan mimbar. Area ini ditandai dengan tiang-tiang putih dan memiliki ukuran terbatas, sehingga akses masuknya diatur secara ketat.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan KBIHU Daerah Kerja Madinah, Efrilen Hafiz, menjelaskan terdapat dua mekanisme yang dapat digunakan jamaah untuk masuk ke Raudhah, yakni melalui tasreh dan aplikasi Nusuk.

Menurut Efrilen, hingga saat ini pihaknya telah mengajukan sekitar 18.682 tasreh bagi jamaah haji Indonesia kepada otoritas Arab Saudi. Tasreh merupakan izin masuk yang digunakan secara kolektif oleh jamaah dalam satu kelompok.

"Jamaah yang menggunakan tasreh akan masuk secara bersama-sama. Data mereka diinput oleh pembimbing ibadah di masing-masing sektor, kemudian diajukan ke sektor khusus Nabawi," ujar Efrilen.

Ia menambahkan, tasreh berbentuk kode batang (barcode) yang digunakan bersama dalam satu kelompok. Karena itu, jamaah diimbau tidak membagikan barcode tersebut kepada pihak lain di luar kelompok, karena dapat mengganggu kuota yang telah ditetapkan.

Sementara itu, penggunaan aplikasi Nusuk lebih dianjurkan bagi jamaah yang berusia di bawah 60 tahun dan terbiasa menggunakan perangkat digital. Melalui aplikasi ini, jamaah dapat mendaftar secara mandiri untuk menentukan waktu kunjungan ke Raudhah.

Pilihan waktu kunjungan tersedia dalam beberapa sesi, mulai dari tengah malam, pagi, siang, hingga malam hari. Bahkan, jamaah dapat mengakses Raudhah lebih dari satu kali selama masih berada di kawasan Masjid Nabawi dan mendapatkan slot yang tersedia.

Efrilen menjelaskan, untuk jamaah yang menggunakan tasreh, jadwal kunjungan umumnya ditetapkan pada hari ketiga setelah tiba di Madinah. Sementara itu, pengguna aplikasi Nusuk memiliki fleksibilitas lebih dalam memilih waktu kunjungan.

Ia berharap seluruh jamaah haji Indonesia yang datang ke Madinah dapat memperoleh kesempatan berziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah.

"Harapannya, setiap jamaah bisa berkesempatan mengunjungi Raudhah sebagai bagian dari layanan ibadah selama berada di Madinah," kata Efrilen.

Editor: Dardani