Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

STAIN Kepri Resmikan Laboratorium Khazanah Melayu, Perkuat Riset Budaya dan Peradaban
Oleh : Redaksi
Selasa | 28-04-2026 | 13:28 WIB
Lab-Khazanah-Melayu.jpg Honda-Batam
Sekjen Kamaruddin Amin, saat meresmikan Laboratorium Khazanah Melayu di STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, pada Sabtu (25/4/2026). (Foto: Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kabar baik bagi kalangan akademisi dan pemerhati budaya. STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau resmi menghadirkan Laboratorium Khazanah Melayu sebagai pusat kajian budaya dan pengembangan keilmuan berbasis kemelayuan.

Peresmian dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, pada Sabtu (25/4/2026), disaksikan pimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam, tokoh adat Melayu, pemerintah daerah, serta sivitas akademika.

Dalam sambutannya, Kamaruddin menegaskan bahwa budaya memiliki peran strategis dalam membangun peradaban bangsa dan harus dijaga secara berkelanjutan, terutama di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi.

"Peradaban besar dunia menunjukkan bahwa kekuatan budaya menjadi faktor penting dalam kemajuan suatu bangsa. Dalam konteks Indonesia, peradaban Melayu merupakan identitas autentik yang harus terus dijaga dan dikembangkan melalui institusi pendidikan," ujarnya.

Ia menekankan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam merawat sekaligus mentransformasikan nilai budaya kepada generasi muda agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Ketua STAIN SAR Kepri, Muhammad Faisal, menyebut kehadiran laboratorium ini sebagai wujud komitmen kampus dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan budaya lokal dalam satu ruang akademik. "Laboratorium ini tidak hanya menjadi ruang kajian, tetapi juga pusat transformasi nilai untuk membentuk sumber daya manusia yang berintegritas, berkarakter, dan berdaya saing," kata Faisal.

Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan kajian Melayu yang terintegrasi dengan pendidikan Islam, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah tantangan modernisasi.

Dengan hadirnya Laboratorium Khazanah Melayu, STAIN SAR Kepri menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat pelestarian budaya dan pengembangan peradaban berbasis nilai keislaman dan kemelayuan.

Editor: Gokli