Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Kampus Riset Terbaik Indonesia Versi SIR 2026
Oleh : Redaksi
Senin | 20-04-2026 | 13:28 WIB
top1-8.jpg Honda-Batam
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry yang menempati peringkat pertama kampus riset terbaik di Indonesia berdasarkan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026. (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Prestasi membanggakan diraih Universitas Islam Negeri Ar-Raniry yang menempati peringkat pertama kampus riset terbaik di Indonesia berdasarkan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026. Capaian ini menempatkan UIN Ar-Raniry di atas sejumlah perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Pertanian Bogor.

Pemeringkatan SIR dikenal sebagai rujukan global yang menilai kinerja institusi berdasarkan indikator riset, inovasi, serta dampak sosial. Keberhasilan ini dinilai tidak hanya mengharumkan nama Kementerian Agama, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta riset dunia.

Selain UIN Ar-Raniry, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta turut masuk dalam 10 besar dengan menempati peringkat kedelapan. Kehadiran dua PTKIN dalam daftar tersebut menjadi indikator meningkatnya daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam di tingkat nasional maupun global.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Suyitno, mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan transformasi mutu akademik dan penguatan budaya riset di lingkungan PTKIN. "Ini adalah pencapaian luar biasa yang menunjukkan bahwa PTKI mampu tampil sebagai pemain utama dalam ekosistem riset global. UIN Ar-Raniry telah menjadi role model dalam pengembangan riset yang unggul dan berdampak," ujar Suyitno di Jakarta, Minggu (19/4/2026).

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. "Capaian ini merupakan buah dari konsistensi dalam membangun tata kelola riset yang kuat, peningkatan kualitas jurnal ilmiah, serta pengembangan kolaborasi global," kata Sahiron.

Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kebijakan strategis guna mendorong peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah bereputasi, serta kerja sama internasional di seluruh PTKIN agar semakin kompetitif dan berdaya saing global.

Editor: Gokli