Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kisah Perjuangan Abdi Dalem Pakualaman Taruno Naik Haji
Oleh : Saibansah
Senin | 27-04-2026 | 20:48 WIB
Abdi-Dalem-Pakualam.jpg Honda-Batam
Taruno Tanoyo (84), seorang abdi dalem Pura Pakualaman bersama istrinya, Sumarni, berangkat haji setelah puluhan tahun menabung. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Panggilan untuk menunaikan ibadah haji datang melalui beragam jalan. Bagi sebagian orang, perjalanan ke Tanah Suci ditempuh dengan pengorbanan besar, termasuk menjual aset berharga. Hal itu pula yang dilakukan Taruno Tanoyo (84), seorang abdi dalem Pura Pakualaman, yang akhirnya berangkat haji setelah puluhan tahun menabung dan berusaha.

Taruno, kelahiran 8 Desember 1941, tercatat sebagai salah satu jamaah lanjut usia dalam kelompok terbang (kloter) pertama YIA 1. Ia berangkat bersama sang istri, Sumarni (56), setelah sebelumnya menunaikan ibadah umrah pada 2018.

Sejak muda, Taruno mengabdikan diri sebagai abdi dalem Pura Pakualaman Yogyakarta sejak 1965. Dengan penghasilan yang terbatas, ia menyisihkan sebagian pendapatannya secara konsisten. Tekad untuk berhaji semakin kuat seiring perjalanan usia dan spiritualitasnya.

"Alhamdulillah, masih ada sisa uang untuk mendaftar haji, sehingga kami bisa berangkat berdua," ujar Taruno saat ditemui di Madinah.

Selain tabungan, Taruno juga mengumpulkan biaya dari hasil menjual ternak kambing yang dipeliharanya selama bertahun-tahun. Sekitar 50 ekor kambing menjadi tambahan bekal untuk mewujudkan niat tersebut. Sebagian ternak juga dibagikan kepada anak-anaknya, serta digunakan untuk pelaksanaan akikah bagi dirinya dan istrinya.

Setibanya di Madinah, Taruno dan istrinya menginap di hotel yang berjarak sangat dekat dari Masjid Nabawi. Kedekatan lokasi ini sangat membantu, mengingat kondisi fisik Taruno yang sudah lanjut usia dan berjalan dengan bantuan tongkat.

"Bapak masih bisa berjalan, tapi harus dibantu tongkat dan jarak dekat," kata Sumarni.

Untuk membantu ekonomi keluarga, Sumarni sehari-hari berjualan makanan di kawasan wisata Pantai Glagah, Kulonprogo, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Meski hasilnya tidak besar, usaha tersebut turut menopang kebutuhan keluarga sekaligus mendukung tabungan haji mereka.

Kini, Taruno yang telah memiliki 10 cucu dan 25 buyut berharap ibadah hajinya berjalan lancar. Ia memohon doa agar diberi kekuatan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Kisah Taruno menjadi gambaran bahwa tekad dan kesungguhan dapat membuka jalan untuk mewujudkan impian. Dengan niat yang kuat dan keikhlasan, perjalanan panjang menuju ibadah haji akhirnya dapat terlaksana.

Editor: Dardani