Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Waspada Ban Selip di Jalan, Ini Penyebab dan Tips Aman Berkendara dari Instruktur Safety Riding
Oleh : Irwan Hirzal
Senin | 27-04-2026 | 12:48 WIB
Safety-Riding1.jpg Honda-Batam
Instruktur Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara, Christofer Valentino, menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis kondisi ban selip yang umum terjadi dan perlu diwaspadai pengendara. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Risiko ban selip masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang kerap dialami pengendara sepeda motor di jalan raya. Kondisi ini terjadi saat ban kehilangan daya cengkeram terhadap permukaan jalan, sehingga kendaraan sulit dikendalikan.

Instruktur Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara, Christofer Valentino, menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis kondisi ban selip yang umum terjadi dan perlu diwaspadai pengendara.

"Keselamatan berkendara bukan hanya soal kemampuan mengendalikan motor, tetapi juga bagaimana pengendara membaca kondisi jalan dan memastikan kendaraan dalam kondisi siap pakai," ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (27/4/2026).

Ia merinci, jenis pertama adalah braking skid, yakni selip akibat pengereman mendadak yang menyebabkan roda terkunci. Kondisi ini sering terjadi saat pengendara panik dan menarik rem terlalu kuat sehingga motor kehilangan traksi.

Jenis kedua adalah power skid, yang terjadi ketika pengendara membuka gas secara tiba-tiba, terutama di jalan berpasir atau basah. Sementara itu, cornering skid muncul saat kendaraan kehilangan traksi ketika melintasi tikungan, umumnya akibat kecepatan yang tidak terkendali.

Untuk mencegah risiko tersebut, Christofer membagikan sejumlah langkah antisipasi. Pertama, memastikan kondisi fisik dan tekanan angin ban sesuai standar pabrikan. Ban yang aus atau tekanan angin yang tidak tepat dapat mengurangi daya cengkeram terhadap jalan.

Selain itu, pengendara juga disarankan mengenali rute perjalanan. Jalan berpasir, berlumpur, atau tergenang air memiliki potensi tinggi menyebabkan selip.

"Pengendara perlu memahami karakter jalan yang dilalui agar bisa mengantisipasi potensi bahaya sejak awal," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya berkendara dengan kecepatan wajar dan gaya yang halus. Akselerasi mendadak serta pengereman keras dinilai meningkatkan risiko kehilangan traksi, terutama di kondisi jalan licin.

Di sisi lain, pemanfaatan fitur keselamatan seperti Anti-lock Braking System (ABS) dan Honda Selectable Torque Control (HSTC) dapat membantu menjaga stabilitas kendaraan saat pengereman maupun akselerasi.

Dalam kesempatan terpisah, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara, Duri Yanto, menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan edukasi keselamatan berkendara di masyarakat. "Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui edukasi berkelanjutan, kami berharap budaya berkendara aman semakin tumbuh di tengah masyarakat," ujarnya.

Melalui pemahaman terhadap risiko ban selip serta penerapan teknik berkendara yang tepat, pengendara diharapkan dapat lebih waspada dan berkontribusi menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.

Editor: Gokli