Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kosmetik Indonesia Curi Perhatian di Cosmoprof Bologna 2026, Potensi Transaksi Tembus Rp 34,5 Miliar
Oleh : Redaksi
Jumat | 24-04-2026 | 13:28 WIB
CWB-2026.jpg Honda-Batam
Produk kosmetik dan kecantikan asal Indonesia berhasil menarik minat pasar global dalam ajang Cosmoprof Worldwide Bologna 2026 yang digelar di BolognaFiere Exhibition Centre, Italia, pada 26-29 Maret 2026. (Kemendag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Produk kosmetik dan kecantikan asal Indonesia berhasil menarik minat pasar global dalam ajang Cosmoprof Worldwide Bologna 2026 yang digelar di BolognaFiere Exhibition Centre, Italia, pada 26-29 Maret 2026. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat citra Indonesia sebagai produsen kosmetik yang kompetitif dan inovatif di kancah internasional.

Dalam pameran tersebut, Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 2,02 juta atau sekitar Rp 34,58 miliar. Produk perawatan rambut dan bulu mata menjadi komoditas paling diminati, dengan calon mitra potensial berasal dari sejumlah negara Eropa seperti Hungaria, Polandia, Turki, Spanyol, dan Swedia.

Partisipasi Indonesia difasilitasi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Roma yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma. Wakil Kepala Perwakilan KBRI Roma, Tika Wihanasari, menekankan pentingnya sinergi diplomasi ekonomi dalam mendukung promosi produk nasional.

"KBRI Roma terus mendorong kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dan mitra internasional melalui berbagai platform strategis, termasuk pameran ini, guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan ekspor Indonesia," ujarnya, seperti dikutip laman Kemendag, Rabu (22/4/2026).

Senada, Atase Perdagangan RI Roma, Hesty Syntia, menyebut capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan pasar global terhadap produk Indonesia. "Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa produk kosmetik Indonesia mampu memenuhi standar internasional yang ketat serta memiliki inovasi yang kompetitif," kata Hesty.

Ia menambahkan, respons positif pengunjung tidak lepas dari penggunaan bahan baku alami yang ramah lingkungan, yang menjadi keunggulan utama produk Indonesia dalam menembus pasar Eropa. "Pemanfaatan kekayaan alam menjadi strategi penting untuk memperkuat daya saing global sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemain utama industri kosmetik internasional," jelasnya.

Paviliun Indonesia dalam pameran tersebut menampilkan empat perusahaan terkurasi, yakni PT Kino Indonesia Tbk dengan produk perawatan rambut, PT Priskilla Prima Makmur, PT Bio Takara, serta PT Interhutani.

Manajer Penjualan Internasional PT Bio Takara, Andi, mengungkapkan partisipasi dalam pameran tersebut memberikan dampak positif bagi perluasan jaringan bisnis. "Kami memperoleh peluang besar untuk menjaring calon pelanggan potensial. Dukungan Atdag RI Roma sangat membantu dalam proses persiapan hingga pelaksanaan," ujarnya.

Sementara itu, Manajer Ekspor Internasional PT Priskilla Prima Makmur, Evan Anthony, menilai antusiasme pengunjung terhadap produk parfum Indonesia semakin memperkuat optimisme pelaku usaha nasional. "Respons positif ini menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki kualitas dan daya saing di pasar global. Kami optimistis dapat menjalin kerja sama dengan mitra dari berbagai negara," katanya.

Sebagai informasi, Cosmoprof Worldwide Bologna 2026 merupakan edisi ke-57 dari pameran industri kecantikan terbesar dunia yang diikuti lebih dari 3.000 perusahaan dari 65 negara, mewakili lebih dari 10.000 merek internasional.

Di sisi lain, kinerja perdagangan Indonesia dengan Italia juga menunjukkan tren positif. Pada Januari-Februari 2026, Indonesia mencatat surplus sebesar USD 164,8 juta, meningkat 15,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Total perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai USD 4,59 miliar, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 1,07 miliar. Komoditas ekspor utama meliputi besi dan baja, minyak nabati, produk kimia, alas kaki, serta bahan bakar mineral.

Editor: Gokli