Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menpar Luncurkan 483 Skema Okupasi Pariwisata, Perkuat SDM Vokasi Nasional
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 24-04-2026 | 12:08 WIB
Okupasi-Pariwisata.jpg Honda-Batam
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana dalam kegiatan Aksi Nyata Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (PVPV) di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026). (Kemenpar)

BATAMTODAY.COM, Bandung - Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, meluncurkan 483 skema okupasi nasional di sektor pariwisata yang mencakup 34 bidang, hasil kolaborasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat standar kompetensi tenaga kerja pariwisata di Indonesia.

"Dokumen ini menjadi panduan strategis bagi profesi kepariwisataan di Indonesia dalam membangun standar kompetensi yang jelas, terstruktur, dan diakui secara nasional," ujar Menteri Widiyanti dalam kegiatan Aksi Nyata Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (PVPV) di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026).

Program ini merupakan tindak lanjut arahan Prabowo Subianto untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur vokasi. Skema okupasi tersebut diharapkan mampu menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja, sehingga menciptakan SDM pariwisata yang adaptif dan berdaya saing global.

Menpar mengungkapkan, hingga Agustus 2025 sektor pariwisata telah menyerap sekitar 25,91 juta tenaga kerja, dengan potensi pertumbuhan yang masih besar seiring peningkatan kualitas SDM. "Indonesia memiliki kekuatan besar tidak hanya dari kekayaan alam dan budaya, tetapi juga bonus demografi usia produktif. Karena itu, penguatan fondasi tenaga kerja menjadi kunci kemajuan sektor pariwisata yang berkelanjutan," jelasnya.

Dalam mendukung hal tersebut, Kemenpar mengelola enam politeknik pariwisata yang secara konsisten menghasilkan lulusan siap kerja. Selain itu, berbagai pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi terus diperluas, mulai dari pemandu wisata, penguasaan bahasa asing, hingga peningkatan kapasitas di berbagai subsektor pariwisata.

Upaya ini juga diperkuat melalui penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai acuan utama dalam pengembangan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja. "Dengan standar kompetensi yang semakin kuat, kami optimistis sektor pariwisata akan melahirkan tenaga profesional yang mampu bersaing sekaligus memimpin perubahan di tingkat nasional maupun global," kata Widiyanti.

Ia menambahkan, penguatan SDM pariwisata juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peluang kerja dan usaha yang lebih luas. "Upaya ini diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Dokumen skema okupasi nasional tersebut akan segera tersedia dan dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Pariwisata dalam waktu dekat.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini Mohamad Paham, Wakil Direktur III Politeknik Pariwisata NHI Bandung Haryadi Darmawan, serta Pelaksana Harian Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Kemenpar Kemal.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: