Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Komisi X DPR Dorong Soposurung Toba Jadi Sekolah Unggulan Nasional, Didukung Program Garuda
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 24-04-2026 | 11:28 WIB
Komisi-X-Saintek.jpg Honda-Batam
Kunjungan Kerja Reses Komisi X di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Rabu (22/04/2026). (Kemdiktisaintek)

BATAMTODAY.COM, Toba - Komisi X DPR RI mendorong transformasi Sekolah Tunas Bangsa Soposurung di Kabupaten Toba menjadi sekolah unggulan bertaraf nasional. Upaya ini dinilai selaras dengan visi Prabowo Subianto dalam mencetak talenta unggul dan calon pemimpin bangsa.

Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, menyebut pemerintah tidak perlu membangun sekolah baru dari nol. Menurutnya, lembaga pendidikan yang didirikan oleh TB Silalahi telah memiliki sistem kedisiplinan dan kurikulum yang teruji.

"Pemerintah saat ini sangat fokus pada pengembangan sekolah khusus untuk menjaring bibit unggul. Karena Soposurung sudah memiliki pengalaman dan sistem yang matang, proses transformasinya tidak membutuhkan waktu dan tenaga yang besar," ujar Sofyan Tan saat kunjungan kerja reses di Toba, Rabu (22/4/2026).

Dukungan juga disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Sabam Sinaga. Ia menilai sekolah berasrama yang berdiri sejak 1990 tersebut memiliki rekam jejak kuat dalam mencetak lulusan berprestasi.

"Dengan sejarah panjang dan bukti nyata, Soposurung layak bertransformasi menjadi sekolah unggulan nasional," kata Sabam.

Ia menambahkan, lulusan sekolah tersebut banyak diterima di perguruan tinggi ternama serta sekolah kedinasan seperti Akademi Kepolisian dan Akademi Militer. "Kontribusinya sudah terbukti, sehingga usulan menjadikannya sekolah unggulan sangat layak untuk diperjuangkan," ujarnya.

Didukung Program Sekolah Garuda

Sementara itu, Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek, Nur Syarifah, menyatakan pemerintah mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Toba melalui program Sekolah Garuda. "Dalam pemerintahan Presiden Prabowo ditetapkan program Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda yang terdiri dari Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi. Hingga 2029 ditargetkan pembangunan 20 sekolah baru dan pengembangan 80 sekolah transformasi," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan link and match antara pendidikan tinggi dan dunia kerja. Menurutnya, hal tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor dan akan menjadi bagian dari revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Selain itu, Kemdiktisaintek telah meluncurkan program magang berdampak untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa di dunia industri. "Melalui program ini, diharapkan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri," jelasnya.

Komisi X Soroti Akses Pendidikan Tinggi

Pimpinan Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung peningkatan akses pendidikan di Toba. "Komisi X berkomitmen memastikan anak-anak di Toba dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya.

Ia mengungkapkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi masih relatif rendah, yakni 19,40 persen. Artinya, dari 100 lulusan SMA, hanya sekitar 19 orang yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

Komisi X, lanjutnya, juga mendorong penguatan program link and match untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

Pemda Toba Sambut Positif

Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O Sitorus, menyambut baik kunjungan Komisi X DPR RI yang dinilai membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan di daerahnya. "Kunjungan ini memberikan dorongan besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di Toba. Kami juga menegaskan komitmen masyarakat dalam mendukung pendidikan anak," ujarnya.

Kunjungan reses tersebut turut dihadiri perwakilan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk LLDikti Wilayah I Sumatera Utara, Kemendikdasmen, Kemenbud, Kemenpora, BRIN, BPS, dan Perpustakaan Nasional.

Editor: Gokli