Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Aksi Hari Bumi 2026, 600 Relawan Bersihkan 10 Ton Sampah di Rempang
Oleh : Aldy
Kamis | 23-04-2026 | 15:08 WIB
sampah-rempang.jpg Honda-Batam
Sebanyak lebih dari 600 relawan berhasil mengumpulkan 10 ton sampah hanya dalam waktu satu jam di kawasan Rempang, Rabu (22/4/2026). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Peringatan Hari Bumi Nasional 2026 di Kota Batam diwarnai aksi bersih-bersih lingkungan berskala besar. Sebanyak lebih dari 600 relawan berhasil mengumpulkan 10 ton sampah hanya dalam waktu satu jam di kawasan Rempang, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, antara lain Artha Graha Peduli, PT Makmur Elok Graha (MEG), Gugus Tugas Batam Maju, Pemerintah Kota Batam, Dinas Lingkungan Hidup, komunitas Gema Asri, serta startup lingkungan CONTAINDER.

Aksi tersebut menjadi respons konkret terhadap persoalan sampah di Batam yang masih cukup tinggi. Berdasarkan estimasi Dinas Lingkungan Hidup setempat, timbulan sampah di kota ini mencapai lebih dari 20.000 ton per tahun, termasuk yang mencemari wilayah pesisir seperti Rempang akibat aktivitas domestik dan kiriman sampah laut.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang memimpin langsung kegiatan itu, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi persoalan lingkungan perkotaan. "Ini adalah bukti bahwa kerja bersama dapat menghasilkan dampak besar dalam waktu singkat. Kami ingin memastikan kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan Batam," ujar Amsakar.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan program gotong royong masyarakat melalui Gema Batam ASRI, yang mendorong partisipasi aktif warga hingga tingkat RT dan RW.

Selain relawan, kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam ini juga diikuti lebih dari 150 aparatur sipil negara (ASN) dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan aksi nyata di lapangan.

Ketua Gugus Tugas Batam Maju, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif melalui keterlibatan langsung masyarakat. "Kami ingin mengubah pendekatan dari sekadar wacana menjadi aksi nyata. Ketika masyarakat terlibat, akan tumbuh rasa memiliki terhadap lingkungan. Pemerintah hadir memastikan edukasi dan fasilitas berjalan beriringan," katanya.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam menyatakan akan menindaklanjuti momentum ini dengan memperkuat sistem pengelolaan sampah, termasuk rencana pembangunan fasilitas pengolahan terintegrasi di kawasan Rempang Eco City.

Wakil Ketua Gugus Tugas Batam Maju, Moris Limanto, menyebut aksi ini sebagai bagian dari inovasi program berkelanjutan yang digagas pihaknya. "Kami memastikan setiap program memberikan dampak langsung. Setelah mendorong penguatan UMKM hingga mencatat omzet Rp1 miliar dalam tiga hari, kini kami fokus pada isu lingkungan sebagai prioritas bersama," ujarnya.

Dari sektor swasta, Direktur Utama PT MEG, Nuraini Setiawati, menilai kegiatan ini mencerminkan integrasi antara pembangunan kawasan dan pemberdayaan masyarakat. "Keterlibatan masyarakat menunjukkan pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga partisipasi kolektif. Kami juga memperkuat komitmen melalui program reforestasi dengan penanaman ribuan pohon di kawasan Rempang," jelasnya.

Seluruh kebutuhan konsumsi dan logistik kegiatan dipasok oleh pelaku UMKM binaan PT MEG di Rempang Eco City. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan pengembangan kawasan berjalan inklusif sekaligus memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

Editor: Gokli