Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sebanyak 6.000 Bus Siaga untuk Transportasi Jemaah Haji Indonesia
Oleh : Saibansah
Selasa | 21-04-2026 | 20:08 WIB
Bis_Armada_Haji.jpg Honda-Batam
Armada bus yang telah dipersiapkan untuk menyambut kadatangan jemaah haji di Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan untuk melayani transportasi jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026, seiring kedatangan kloter pertama yang dijadwalkan tiba di Madinah pada 22 April 2026.

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah, Achmad Muslichuddin Tamdjiz, mengatakan pemerintah telah bekerja sama dengan 15 perusahaan transportasi untuk mendukung mobilitas jemaah selama di Tanah Suci.

Ia menjelaskan, mayoritas armada yang digunakan merupakan bus berukuran besar tipe coach dengan kapasitas antara 45 hingga 51 penumpang. Namun, jumlah penumpang dalam setiap bus dibatasi maksimal 42 orang guna menjaga kenyamanan perjalanan.

"Ini merupakan layanan antar kota perhajian, sehingga armada yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas jemaah," ujarnya.

Dalam menyambut kedatangan jemaah kloter pertama, tim transportasi juga menyiapkan sejumlah dokumen pendukung, termasuk formulir kedatangan yang memuat data jumlah jemaah, asal embarkasi, hingga kebutuhan armada bus.

Setiap rombongan, lanjutnya, akan dicatat secara rinci untuk memudahkan pengaturan transportasi serta pengawasan selama proses pergerakan jemaah.

Terkait alur perjalanan di Madinah, Muslichuddin menyebutkan jarak antara Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz dengan hotel relatif dekat, yakni sekitar satu jam perjalanan. Koordinasi intensif dengan pihak bandara dilakukan untuk memastikan kelancaran proses perpindahan jemaah dari bandara ke pemondokan.

"Informasi kedatangan jemaah akan langsung diteruskan ke petugas di hotel agar seluruh kebutuhan dapat segera dipersiapkan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan jemaah tertinggal, baik di hotel maupun di lokasi lain. Dalam kondisi tersebut, petugas akan menyiapkan kendaraan alternatif, seperti kendaraan operasional atau minibus, untuk mengantar jemaah ke tujuan.

Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan agar seluruh jemaah tetap terlayani dengan baik dan tidak mengalami kendala selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Editor: Dardani