Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dongkrak Kunjungan Wisman Kepri, BIB Usul Kemudahan Visa dan Aktifkan Kembali Charter Tiongkok
Oleh : Aldy
Selasa | 21-04-2026 | 14:08 WIB
BIB-Rakor-Wisata.jpg Honda-Batam
Direktur BIB, Annang Setiabudi, dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan instansi terkait di Graha Kepri, Selasa (21/4/2026). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - PT Bandara Internasional Batam mendorong pemerintah pusat memberikan kemudahan visa sekaligus menghidupkan kembali rute penerbangan charter Batam–Tiongkok guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepulauan Riau.

Direktur BIB, Annang Setiabudi, menyatakan relaksasi visa dapat menjadi solusi cepat dalam mendongkrak kunjungan wisatawan, sembari menunggu kebijakan permanen dari pemerintah. "Perlu ada keringanan dan kemudahan visa sementara untuk menarik wisatawan, sambil menunggu kebijakan lanjutan yang lebih permanen," ujar Annang dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan instansi terkait di Graha Kepri, Selasa (21/4/2026).

Selain itu, BIB tengah menjajaki pengaktifan kembali penerbangan charter untuk pasar Tiongkok yang dinilai memiliki potensi besar. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia serta sejumlah maskapai penerbangan.

"Pasar Tiongkok potensinya besar. Kami sedang menjajaki kerja sama untuk mengaktifkan kembali penerbangan charter," katanya.

Sementara itu, untuk rute India, Annang mengakui hingga saat ini belum tersedia penerbangan langsung dari Batam. Meski demikian, peluang pengembangan pasar tersebut masih dalam tahap kajian.

Annang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga tren positif pariwisata Kepri yang hingga April 2026 menunjukkan kinerja cukup baik. Ia menyebut BIB akan memfasilitasi pembentukan forum bersama yang melibatkan pelaku industri, maskapai, dan pemerintah daerah.

"Kami sebagai operator bandara berperan sebagai fasilitator. Keberhasilan ini sangat bergantung pada sinergi travel agent, maskapai, dinas pariwisata, dan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.

Ia juga mengingatkan potensi penurunan jumlah kunjungan wisatawan jika momentum positif saat ini tidak dimanfaatkan secara optimal. "Momentum pada April ini sangat positif, sehingga perlu dimanfaatkan dengan langkah konkret," ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan pentingnya keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata. "Sinergi ini penting agar kebijakan pusat dan daerah berjalan seiring dalam mendorong sektor pariwisata," ujarnya.

Nyanyang juga menyoroti peluang peningkatan wisatawan dari negara seperti Korea Selatan seiring adanya penerbangan internasional langsung ke Batam. Namun, ia mengakui masih terjadi ketimpangan antara jumlah wisatawan yang datang dan yang kembali.

"Masih banyak wisatawan yang memilih kembali melalui Singapura dan Malaysia," katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri mempertimbangkan strategi alternatif, termasuk memanfaatkan wilayah Johor sebagai pintu masuk tambahan wisatawan ke Batam. "Kami berharap forum lintas sektor ini mampu mengidentifikasi persoalan strategis sekaligus menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat pertumbuhan pariwisata daerah," kata Nyanyang.

Editor: Gokli