Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

OJK-Ekraf Perkuat Kolaborasi Web3, Dorong Kekayaan Intelektual Jadi Aset Ekonomi Baru
Oleh : Aldy
Rabu | 15-04-2026 | 12:08 WIB
OJK-Ekraf.jpg Honda-Batam
OJK bersama Kementerian Ekraf memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan inovasi keuangan digital berbasis Web3 guna mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, yang dibahas dalam pertemuan di Kantor Ekraf, Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan inovasi keuangan digital berbasis Web3 guna mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan di Kantor Ekraf, Jakarta, Selasa (14/4/2026). Agenda ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi kekayaan intelektual (intellectual property/IP) Indonesia menjadi kelas aset baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam pengembangan inovasi sektor keuangan digital. "Kolaborasi antara OJK dan Ekraf mencerminkan sinergi strategis dalam mendorong terciptanya inovasi baru di sektor keuangan digital," ujar Adi.

Implementasi kerja sama ini diwujudkan melalui sejumlah program, seperti Infinity Hackathon OJK-Ekraf 2025 dan Infinity Accelerator 2026. Program hackathon tersebut menghasilkan berbagai solusi inovatif berbasis Web3, terutama dalam aspek pembiayaan, transparansi, dan perlindungan karya kreatif.

Sementara itu, Infinity Accelerator 2026 yang mengusung tema Unlocking Indonesia’s Intellectual Property as a New Asset Class difokuskan untuk mempercepat transformasi kekayaan intelektual menjadi aset yang terverifikasi, terdigitalisasi, dan layak investasi. Program ini juga menjembatani pemanfaatan teknologi blockchain dengan kebijakan sektor keuangan guna menciptakan pasar IP yang lebih likuid dan kredibel.

"Melalui kesinambungan program ini, OJK berkomitmen memperkuat ekosistem inovasi berbasis Web3 dan blockchain guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing tinggi di era transformasi digital," tambahnya.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai langkah ini penting untuk meningkatkan nilai tambah sektor ekonomi kreatif nasional. "Melalui kolaborasi dengan OJK, kami ingin memastikan inovasi berbasis Web3 tidak hanya berkembang secara teknologi, tetapi juga didukung oleh kerangka regulasi yang kuat, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi para kreator dan pelaku industri," kata Teuku Riefky.

Dalam pertemuan itu, kedua lembaga juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam penyusunan kebijakan terkait teknologi blockchain, aset kripto, serta model pembiayaan digital di sektor ekonomi kreatif.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia menuju era digital yang lebih inklusif, transparan, dan kompetitif secara global. Selain itu, pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru dinilai mampu membuka peluang investasi berkelanjutan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat OJK dan Ekraf, serta perwakilan startup peserta program, di antaranya Libere, Invisible Funds, dan Alterfun yang mempresentasikan inovasi mereka dalam forum tersebut.

Editor: Gokli