Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Uji Coba Paving Block Limbah Medis RSBP Batam Capai 40 Unit per Hari, Fokus Kebutuhan Internal
Oleh : Aldy
Jum\'at | 10-04-2026 | 09:48 WIB
green-hospital1.jpg Honda-Batam
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, saat meninjau pengembangan inovasi green hospital RSBP Batam melalui pengolahan limbah medis menjadi paving block. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Rumah Sakit BP Batam (RSBP) terus mengembangkan inovasi green hospital melalui pengolahan limbah medis menjadi paving block. Saat ini, produksi masih berada pada tahap uji coba dengan kapasitas sekitar 35 hingga 40 unit per hari dan difokuskan untuk kebutuhan internal rumah sakit.

Dalam prosesnya, RSBP Batam memanfaatkan teknologi Sterilwave untuk menghancurkan sekaligus mensterilkan limbah medis infeksius. Limbah non-anatomis seperti plastik alat kesehatan dan jarum suntik diolah menggunakan gelombang mikro bersuhu terkontrol hingga berubah menjadi material non-infeksius yang aman digunakan kembali.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen menghadirkan sistem pengelolaan limbah berkelanjutan di lingkungan rumah sakit. "Kami tidak hanya memastikan limbah dikelola sesuai standar kesehatan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan," ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, limbah yang telah melalui proses sterilisasi kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku paving block dengan campuran semen dan pasir. Produk yang dihasilkan memiliki kekuatan yang memadai untuk digunakan sebagai material konstruksi.

Paving block tersebut saat ini digunakan untuk menunjang fasilitas internal, seperti pembangunan area rumah sakit, jalur pedestrian, dan sarana pendukung lainnya.

Ariastuty menambahkan, meski masih dalam tahap pengembangan, inovasi ini dinilai mampu menekan biaya pengelolaan limbah medis yang selama ini memerlukan proses pemusnahan khusus dengan biaya tinggi. "Ini berpotensi menekan biaya sekaligus membuka peluang usaha baru ke depan," katanya.

Ia menegaskan, produk paving block tersebut belum dipasarkan karena masih menunggu proses perizinan serta pengujian lanjutan guna memastikan kualitas dan keamanannya.

RSBP Batam juga memastikan seluruh tahapan pengolahan limbah tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan limbah medis berbasis ekonomi sirkular yang dapat diterapkan lebih luas, sekaligus memperkuat kontribusi sektor kesehatan dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau.

Editor: Gokli