Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sulap Limbah Medis Jadi Paving Block, RSBP Batam Tekan Biaya dan Dorong Green Hospital
Oleh : Aldy Daeng
Kamis | 09-04-2026 | 16:28 WIB
Astuty-PavingBlock.jpg Honda-Batam
RSBP Batam Dorong Green Hospital dengan Menyulap Sulap Limbah Medis Jadi Paving Block. (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Rumah Sakit BP Batam (RSBP) menghadirkan terobosan dalam pengelolaan limbah medis dengan mengubahnya menjadi paving block. Inovasi ini tak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular dan konsep rumah sakit ramah lingkungan (green hospital).

RSBP Batam mengoperasikan teknologi Sterilwave untuk menghancurkan sekaligus mensterilkan limbah medis infeksius secara aman. Limbah non-anatomis seperti plastik alat kesehatan dan jarum suntik diolah melalui proses penghancuran dan sterilisasi menggunakan gelombang mikro bersuhu terkontrol.

Hasilnya, material yang semula berbahaya menjadi tidak infeksius dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku baru.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan inovasi ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pengelolaan limbah medis berstandar tinggi sekaligus berkelanjutan.

"Kami tidak hanya memastikan limbah dikelola sesuai standar kesehatan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi lingkungan," ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ariastuty menjelaskan, salah satu implementasi nyata adalah pemanfaatan limbah steril sebagai bahan baku paving block. Material tersebut dicampur dengan semen dan pasir, lalu dicetak menjadi produk konstruksi yang kuat dan layak digunakan.

Paving block ini rencananya digunakan untuk kebutuhan internal, seperti pembangunan area rumah sakit, jalur pejalan kaki, hingga fasilitas umum lainnya.

Dari sisi ekonomi, kata dia, inovasi ini dinilai signifikan. Selama ini, pengelolaan limbah medis membutuhkan biaya besar karena harus dimusnahkan secara khusus. Kini, sebagian limbah justru bisa diolah menjadi produk bernilai guna.

"Ini berpotensi menekan biaya sekaligus membuka peluang usaha baru ke depan," jelasnya.

Saat ini, produksi paving block masih dalam tahap uji coba (prototype) dengan kapasitas sekitar 35-40 unit per hari. Produk belum dipasarkan dan akan difokuskan untuk kebutuhan internal sambil menunggu proses perizinan dan pengujian.

RSBP Batam memastikan seluruh proses tetap mengacu pada regulasi pengelolaan limbah medis yang berlaku, termasuk ketentuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Inovasi ini menjadi langkah strategis menuju green hospital, sekaligus menunjukkan bahwa sektor kesehatan bisa berkontribusi pada ekonomi hijau. "Ke depan, model ini berpotensi dikembangkan lebih luas sebagai rujukan nasional dalam pengelolaan limbah medis, tak hanya saat ini, tapi akan berkelanjutan," ujar Ariastuty.

Editor: Yudha